Gelar Aksi Damai, Aliansi Solidaritas Untuk Wadas Semarang Unjuk Rasa di Gubernuran

0
92
Potret Aksi Solidaritas untuk Wadas di depan Gedung Provinsi Jawa Tengah/ Doc. Pribadi
Silva Azzahra
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Aksi Damai, Panggung Seni, dan Pembagian Hasil Bumi dari Desa Wadas di selenggarakan di depan Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Gubernuran) pada Selasa, (22/03). Aksi yang dimotori oleh Aliansi Solidaritas Untuk Wadas Semarang ini merupakan salah satu rentetan aksi yang dilakukan dalam skala nasional. Seruan aksi ini berlatar belakang solidaritas untuk desa Wadas dengan mengusung tema bertajuk “Wadas Menggugat : Tanah adalah Nyawa”.

Masa aksi mulai berkumpul pada pukul 10.00 WIB di depan gerbang Universitas Diponegoro. Sembari jalan menuju Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, peserta aksi damai mengumpulkan semangat dengan cara bersorak “Hidup Mahasiswa” dan juga menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.

Pada pukul 12.30 WIB masa aksi mulai menduduki depan halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Dipenuhi orasi dan pertunjukan seni aksi damai pun berjalan dengan kondusif. Beragam almamater dari masing masing kampus memenuhi jalanan.

Membawa sejumlah tuntutan para peserta aksi meminta agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menarik aparat dari desa Wadas dan mencabut izin penetapan lokasi Bendungan Bener. Orasi demi orasi saling bersautan semangat mahasiswa dibakar oleh para orator namun Ganjar belum juga berkenan untuk menemui massa aksi.

Disertai penjagaan aparat dan pengamanan ketat pukul 16.30 WIB Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya menemui massa aksi. Hingga akhir pertemuan berlangsung Aliansi Solidaritas Untuk Wadas Semarang mengklaim bahwa tidak terjadi kesepakatan antara Ganjar dengan mahasiswa. [Ed. Rakan/ Red. M2]

Baca juga:  UPT Perpustakaan Pusat UIN Walisongo Semarang Kembali ditutup Hingga Waktu yang Tidak Bisa Dipastikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here