FSH Gelar Perkuliahan Tatap Muka 100 % Mulai Tanggal 17 Mei 2022

0
53
Ini Jangan Dihapus
Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka 100 % secara Resmi dari Pihak Fakultas
Zusnia Galuh Wati
Kru Magang Justisia 2021 | + posts
Silva Azzahra
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang mulai pekan depan pada hari Selasa, 17 Mei 2022 akan mengadakan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) 100 % bagi mahasiswa seluruh angkatan. Hal ini menyusul adanya himbauan dari pimpinan kampus pasca cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 H. terkait hal tersebut.

Informasi ini diketahui setelah adanya selebaran pamflet terkait pemberitahuan PTM 100 % ini yang dikirim oleh masing-masing dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum melalui Whatsapp Group Pembelajarannya.

Hal ini dibenarkan setelah Kru Magang LPM Justisia mengkonfirmasi langsung kepada Wakil Dekan 1 FSH bagian Akademik, Ali Imran. Ia menjelaskan bahwa hal ini sudah dibahas dalam forum rapat oleh beberapa Unveritas di Jakarta pada awal Ramadhan lalu, sebagai langkah awal untuk masa transisi sekarang.

“Secara lisan dalam forum rapat beberapa universitas di Jakarta pada awal Ramadhan lalu, hal ini selain sebagai momentum silaturahmi juga pemutusan untuk mengadakan perkuliahan secara normal tanggal 17 nanti. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan walaupun tidak bisa dilaksanakan secara penuh,” jelasnya.

Ali menambahkan untuk protokol kesehatan yang tidak bisa dilaksanakan secara penuh dikarenakan tidak mungkin adanya jaga jarak dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini. Namun selain jaga jarak pihak kampus masih bisa menerapkan pemakaian masker, cuci tangan secara atau penggunaan hand sanitizer secara teratur.

Adanya perkuliahan offline secara penuh disambut baik oleh mahasiswa, salah satunya Intan mahasiswi FSH semester 2 yang menuturkan jika PTM yang digelar mulai tanggal 17 nanti merupakan uji coba pada masa transisi covid-19 untuk semester berikutnya. Setelah sebelumnya sudah dilakukan perkuliahan secara blended bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021.

Lain pendapatnya menurut Diva Damayanti, mahasiswi FSH angkatan 2019 asal Medan. Menurutnya hal ini kurang efisien dikarenakan sebentar lagi sudah berakhir perkuliahan semester genap ini.

“Menurut saya pribadi dengan adanya pemberitahuan PTM ini jujur saya kurang setuju, karena mengingat tinggal beberapa pertemuan lagi di semester ini, dan karena covid-19 yang sudah sekian lama sehingga saya sudah terbiasa dan lebih suka sistem pembelajaran daring [dibaca; dalam jaringan]/ online. Dimana sistem pembelajarannya lebih efisien serta mudah dipahami,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, pihak fakultas menyarankan untuk menghubungi dosen pengajar supaya ditemukan kesepakatan bersama untuk kegiatan pembelajaran nanti sehingga sama-sama tidak memberatkan atau dapat juga untuk menghubungi fakultas.

Ali Imran juga menjelaskan bahwa aturan ini fleksibel dan tidak memberatkan. Mengingat belum adanya surat edaran secara resmi dari pihak universitas. Jadi ketentuan yang berlaku masih sesuai dengan ketentuan sebelumnya dengan mempertimbangkan kemashlahatan dosen dan mahasiswa atas dasar pemberitahuan perkuliahan tatap muka tanggal 17 nanti.

“Selain tidak bisanya untuk menjaga jarak masih banyak problematika lain yang menyertai kegiatan ini, seperti sudah terbiasanya mengikuti kegiatan perkuliahan  secara online. Mungkin masih ada beberapa pihak yang mengalami trauma akan covid ataupun kendala yang tidak bisa dihindari untuk mahasiswa-mahasiswa yang masih berada di luar pulau Jawa untuk datang pada PTM tanggal 17 nanti,” ujar Ali.

Wakil Dekan 1 tersebut berharap supaya PTM yang rencana mulai diadakan tanggal 17 Mei 2022 mendatang dapat berlangsung dengan lancar sehingga untuk semester kedepannya sudah bisa melaksanakan secara penuh seperti sediakala sebelum adanya pandemi covid-19. [Ed./Red. M2]

Baca juga:  Nova Riyani Sumbang Medali Pertama bagi Kontingen UIN Walisongo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here