Aksi Solidaritas Untuk Wadas: Ganjar Tolak Tuntutan Massa

0
27
Credit of Justisia
Ghazi Muhammad Tsany
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Seruan aksi solidaritas untuk warga Wadas bertajuk “Wadas Menggugat: Tanah Adalah Nyawa” dilakukan di depan Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Gubernuran), Selasa, (22/03).

Berbagai kalangan dari seluruh elemen masyarakat serta mahasiswa dan organisasi/ lembaga pers yang tentunya diikuti langsung oleh warga Wadas. Aksi Damai, Panggung Seni dan Pembagian Hasil Bumi dari Desa Wadas dimulai pada pukul 12.00 WIB dari titik kumpul di patung Pangeran Diponergoro, UNDIP Semarang sampai Gubernuran.

Massa yang datang di depan kantor pemerintahan tersebut meminta supaya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menemui dan menandatangani lima poin tuntutan yang terdiri dari 3 tuntutan umum dan 2 tuntutan tambahan berisikan diantaranya:

  1. Memerintahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menghentikan rencana penambangan di desa Wadas.
  2. Memerintahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mencabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) bendungan Bener dan mengeluarkan wadas dari IPL bendungan Bener.
  3. Memerintahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mengusut tuntas dalang dibalik tindakan penangkapan secara sewenang-wenang dan penyiksaan yang dilakukan aparat kepolisisan terhadap warga Wadas pada tanggal 8 Februari 2022.
  4. Hentikan intimidasi represifitas segala bentuk kekerasan aparat terhadap warga Wadas dan tarik mundur seluruh aparat dari desa Wadas, serta hentikan tindakan aparat dalam melindungi kerusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup.
  5. Hentikan pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup rakyat dengan dalih kepentingan umum terkhusus di Jawa Tengah.

Hingga pada pukul 14.00 WIB, Ganjar belum menemui massa aksi yang sedari tadi berkumpul di depan Gubernuran. Hingga masa aksi masuk ke dalam halaman depan kantor untuk menunggu dan bersedia menemuinya.

“Sebenarnya tujuan dari aksi ini tadi pertama kita penyampaian pendapat dan aksi damai, cuman disisi lain kita juga menuntut agar pemerintah menghampiri masa aksi, karena apa karena segala advokasi yang bisa dilakukan melalui jalur pengadilan, announcement, melalui audiensi pun dan segala macam sudah dilakukan cuman tidak ada hasil yang signifikan-lah terhadap apa yang terjadi di Wadas. Jadi pun kalau misal pemerintah turun ya kita lakukan orasi terbuka terhadap masa aksi sekalian,” ujar salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi.

Pada pukul 16.30, Ganjar datang menemui massa yang sedari tadi setia menunggu di halaman depan kantor. Lagi-lagi belum bersedia untuk memenuhi tuntutan tersebut, hingga terjadi perdebatan antara warga Wadas serta masa aksi yang lain dengan Gubernur Ganjar.

“Kita kan mengharap adanya pemerintah datang dan menyerahkan tuntutan atau tantangan segala macam, kalau pun misal tidak ada tindaklanjut dari apa yang kita tuntut ini dalam 2 X 24 jam kita akan lakukan aksi lagi yakni bertepatan pada hari kamis,” ucap peserta aksi tersebut.

Harapan warga dalam aksi ini tentunya Wadas jangan ditambang, izin penetapan lokasi itu cacat secara materi karena menggunakan dana kepentingan umum, sedangkan penambangan itu tidak masuk dalam pengadaan lahan yang diperbolehkan dengan alasan kepentingan umum. [Ed/Red. M2]

Baca juga:  Wisuda Online Pertama, 1.661 Mahasiswa UIN Walisongo Diwisuda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here