Aksi Solidaritas untuk Wadas di Cirebon

0
100
Dokumentasi Justisia
Zusnia Galuh Wati
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Aksi Solidaritas Wadas berlangsung secara serentak di berbagai titik-titik kota pada Selasa (12/03). Aksi yang dilakukan secara Nasional ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat yang bertempatkan di depan kantor Balai Kota Cirebon. Aksi ini mengutuk keras tindakan represif aparat, perampasan, serta perusakan yang diatas namakan pembangunan di desa Wadas.

Aksi yang di mulai dari Masjid Agung Cirebon ini menuntut keras akan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh negara di desa Wadas. Situasi yang begitu mencekam mengakibatkan rasa takut dan trauma yang tidak hanya terjadi di Wadas akan tetapi di wilayah-wilayah dimana rakyat kecil ditindas.

Dalam aksi ini masa menyampaikan aspirasi mereka:

  1. Apa yang terjadi di wadas itu sangat sangat melebih-lebihkan, aparat-aparat di sana mengintimidasi warga.
  2. Kami meminta pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menyatakan sikapnya apapunn bentuknya untuk penutupan tambang.
  3. Jangan sampai terjadi lagi tindakan kriminalitas aparat yang dilakukan kepada masyarakat.

Bapak Sunanto selaku sekretariat kota Cirebon menemui masa aksi mewakili Walikota dan wakil Walikota Cirebon menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dikarenakan walikota dan wakilnya tidak bisa menerima masa.

“Sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan saya merasa turut prihatin atas nasib yang dirasakan oleh warga Wadas,” terangnya.

Sunanto mengatakan dia setuju dengan apa yang dibawa oleh masa hari ini. Dalam hal ini dia mewakili jajaran pemerintahan Kota Cirebon ingin menciptakan situasi yang kondusif dengan tanpa adanya intimidasi.

“kita sama-sama terbebas dari kegiatan yang kurang baik yang terjadi di masyarakat. Siapaun pelakunya baik pemerintah siapa akan menuang apapun yang dilakukan.”

Sunanto juga menyatakan bahwa dia tidak berwenang dan hanya menjadi wakil sehingga tidak dapat memutuskan pernyataan yang disampaikan oleh masa aksi. Dari masa aksi juga mengangkat beberapa hal yang ditanyakan kepada Sunanto yang tidak diberikan kejelasan dikarenakan tidak ada wewenang untuk itu.

“Hal ini diluar wewenang saya, untuk hal-hal yang sudah anda semua sampaikan akan saya sampaikan langsung kepada pimpinan setelah ini,” Jelasnya.

Masa aksi menuntut Sunanto sebagai wakil untuk membawa surat pernyataan sikap yang dititipkan ke Ganjar (Gubernur Jawa Tengah). Surat yang disampaikan dari organisasi mahasiswa. Dimana pemerintah juga berkewajiban untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Penandatanganan surat bermaterai yang dilakukan oleh Sunanto sebagai pengganti Walikota Cirebon berisikan; “Kami masyarakat Kota Cirebon mendukung perjuangan warga Wadas dengan arah kebenaran dan sebagai ketentuan pemerintah.”

Aksi yang berlangsung secara damai ini diakhiri dengan tahlil bersama dan do’a untuk perjuangan warga Wadas, masyarakat-masyarakat yang tertindas serta pemerintah agar mendengarkan aspirasi-aspirasi rakyat. [Red. Fajri]

Baca juga:  Kecewa Usai Tuntutannya Ditolak oleh Ganjar, Ini Kata Warga Wadas Sendiri Soal Situasi Wadas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here