Yuris Rezha; Kita Sedang Mengalami Reformasi Yang Dikorupsi

0
62
Nickmetin Erbakan Zen
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gajah Mada, Yuris Rezha mengatakan saat ini Indonesia sedang mengalami Reformasi yang dikorupsi. Hal tersebut terkait dengan apa yang sedang terjadi pada lembaga anti rasuah KPK..

Hal itu disampaikan pria berbaju hitam tersebut saat memberikan pemaparan di webinar bertajuk “Seminar Nasional: Isu Bendera HTI dan Standarisasi Pegawai Dalam Tubuh KPK” yang dilaksanakan secara virtual dan sekaligus ditayangkan di kanal Youtube (hmj.hpi.uinws) pada Sabtu, (23/10/2021).

Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi Hukum Pidana Islam (HPI) dan dimoderatori oleh Ela Vinda Anariska selaku Demisioner HMJ HPI 2019 dan mendatangkan dua narasumber dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) untuk memaparkan isu antikorupsi saat ini.

Menurut Yuris, upaya pelemahan KPK sangatlah terlihat dengan adanya upaya upaya dari orang yang tidak suka dengan KPK seperti pemilihan pimpinan KPK yang bermasalah dan merevisi Undang-undang mengenai KPK.

“Upaya pelemahan KPK sudah sejak dulu, namun bentuknya itu mulai berkreasi, yang dulunya mungkin lebih kepada model politik seperti wacana pembubaran, revisi, (pemangkasan) anggaran, penolakan membuat kpk di daerah, dan menambah SDM, mulai kesini mulai kreatif caranya salah satunya ya labelisasi terhadap KPK,” ujar Yuris.

“Termasuk ketika disitu ada label taliban, label anti pancasila, ini semakin menguatkan bahwa label-label itu adalah label-label kebebasan kosong yang digunakan untuk mengelabui masyarakat tentang apa yang terjadi,” sambungnya dengan nada kesal.

“Intinya ini merupakan puncak eskalasi. Kalo saya katakan 2019 itu menjadi puncak kemenangannya orang-orang yang tidak suka dengan kpk ya, ibaratnya kalo hari besar ya mereka ini hari besarnya para koruptor, 2019 itu tahun tahun besarnya koruptor karena kemudian 2 agenda pemilihan pimpian KPK dan dibalik memperlemah KPK dan efeknya itu hari ini,” ungkapnya merujuk pada pemecatan 57 pegawai KPK baru-baru ini karena tidak memenuhi tes TWK. [Red. IrchamM]

Baca juga:  YLBHI/ LBH dari 17 Daerah Adakan Konferensi Pers, Sepakat Dukung dan Kawal Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here