UIN Walisongo Menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas

0
41
UIN Walisongo Menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas

Semarang, Justisia.com – UIN Walisongo Semarang menerbitkan surat Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas ber-nomor 3307/Un.10.0/R.1/DA.05.01/09/2021 pada 3 September 2021. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang, M. Mukhsin Jamil.

Surat tersebut berisi tentang Penyelenggaraan Perkuliahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tahun Akademik 2021/2022 selama Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada masa Pandemi Covid-19, UIN Walisongo akan melaksanakan perkuliahan tatap muka terbatas dengan beberapa ketentuan.

  1. Pelaksanaan perkuliahan tatap muka terbatas diberlakukan bagi mahasiswa semester I (satu), semester III (tiga), dan mahasiswa yang sedang praktikum yang tidak memungkinkan dilaksanakan secara daring.
  2. Perkuliahan tatap muka terbatas dilaksanakan mulai tanggal 11 Oktober – 17 Desember 2021.
  3. Mahasiswa dan dosen yang melaksanakan kuliah blended/offline dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala terinveksi virus covid 19.
  4. Mahasiswa disarankan untuk melakukan vaksin sebelum mengikuti perkuliahan.
  5. Mahasiswa mengisi form kesediaan mengikuti perkuliahan tatap muka terbatas melalui link berikut http://uinws.link/formulirkesediaantatapmukaterbatasuinwalisongo.
  6. Ruang kuliah harus dibersihkan dan disterilisasi sebelum dan setelah digunakan, terutama permukaan yang sering disentuh/dipegang oleh mahasiswa dan dosen.
  7. Tiap fakultas menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun di depan kelas atau hand sanitizer di tiap ruangan kelas.
  8. Sebelum memasuki kelas, mahasiswa harus mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
  9. Mahasiswa dan dosen wajib mengenakan masker 2 lapis selama proses perkuliahan.
  10. Kapasitas ruang kuliah diatur dengan menjaga physical distancing dengan jarak 1-1,5 meter antar mahasiswa.
  11. Ruang kelas diusahakan memiliki sirkulasi udara yang baik.
  12. Mahasiswa yang mengikuti kuliah secara offline maksimal 50% dari kapasitas ruang.
  13. Pembelajaran dilaksanakan secara offline dan/atau blended dengan pengaturan sebagai berikut:
Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN WS Ajarkan Cara Penentuan Arah Kiblat

a. Pilihan Pertama:

  • Pertemuan pertama mahasiswa dengan nomor presensi genap mengikuti perkuliahan secara offline di kelas, sedangkan mahasiswa dengan nomor presensi ganjil mengikuti perkuliahan secara online.
  • Pertemuan kedua mahasiswa dengan nomor presensi ganjil mengikuti perkuliahan secara offline di kelas, sedangkan mahasiswa dengan nomor presensi genap mengikuti perkuliahan secara online.
  • Pertemuan selanjutnya mengikuti skema ganjil genap.
  • Mahasiswa yang merasa kurang sehat diperbolehkan mengikuti perkuliahan secara online.

b. Pilihan Kedua

  • Mahasiswa yang berada di wilayah Semarang dan sekitarnya dapat mengikuti perkuliahan secara offline, sedangkan mahasiswa yang berada di luar wilayah Semarang mengikuti perkuliahan secara online.
  • Mahasiswa yang mengikuti kuliah secara offline maksimal 50% dari kapasitas ruang, kecuali jika jumlah mahasiswa dalam satu kelas maksimal 20 mahasiswa dapat melakukan perkuliahan secara offline.
  • Mahasiswa yang merasa kurang sehat diperbolehkan mengikuti perkuliahan secara online.

c. Pilihan Ketiga

  • Perkuliahan yang matakuliahnya didominasi muatan teori dapat sepenuhnya dilakukan secara online.
  • Perkuliahan yang matakuliahnya didominasi muatan praktik dapat sepenuhnya dilakukan secara offline.
  • Mahasiswa yang merasa kurang sehat diperbolehkan mengikuti perkuliahan secara online. d. Pilihan keempat
  • Mahasiswa yang mengikuti kuliah secara offline maksimal 50% dari jumlah kelas, mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan offline diberi materi kuliah dan rekaman perkuliahan melalui media e-learning Walisongo dan/atau platfom lain.
Baca juga:  Penelantaran Bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga

d. Pilihan Keempat

  • Mahasiswa yang mengikuti kuliah secara offline maksimal 50% dari jumlah kelas, mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan offline diberi materi kuliah dan rekaman perkuliahan melalui media e-learning Walisongo dan/atau platfom lain.

e. Pilihan Kelima

  • Perkuliahan tatap muka dilaksanakan dengan pembagian 50% mahasiswa per kelas secara offline dari awal semester sampai tengah semester dan secara online setelah tengah semester sampai akhir semester, atau sebaliknya 50% mahasiswa per kelas secara online dari awal semester sampai tengah semester dan secara offline setelah tengah semester sampai akhir semester.

Adanya opsi yang dibuka dengan berbagai sistem pembelajaran tatap muka secara terbatas tersebut, pihak kampus memberikan beberapa persyaratan supaya PTM secara terbatas bisa dilakukan secara efektif di masa Pandemi Covid-19 walaupun jumlah kasus kian hari semakin menurun.

Pada PTM terbatas tersebut, durasi perkuliahan hanya diberikan 30 menit setiap 1 SKS dengan dilanjutkan 60 menit tugas terstruktur dan 60 menit tugas mandiri. Kemudian ada waktu 20 menit sebagai proses pergantian pada saat setelah dan sebelum perkuliahan.

Baca juga:  Pra PBAK, Dema FSH Gelar Workshop Hukum bagi Mahasiswa Baru

Saat proses perkuliahan, difokuskan hanya untuk klarifikasi atau tanya jawab sehingga sebelum dilakukannya perkuliahan dosen diwajibkan telah memberi bahan yang akan didiskusikan.

Larangan untuk berkerumun, saling meminjam alat tulis serta penerapan etika saat bersin dan batuk harus tetap dilaksanakan. Lalu ketika selesai PTM seluruh mahasiswa segera keluar ruangan serta ketika tidak ada kepentingan akademik lainnya mahasiswa segera meninggalkan kampus.

Sehingga kegiatan selain perkuliahan yang bisa terjadi kerumunan baik di dalam ataupun di luar kampus dapat dihindari terlebih dahulu. Penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat dimanapun berada demi upaya menghindari adanya kluster baru Covid-19. Sehingga PTM secara terbatas yang rencananya akan dimulai pada 11 Oktober 2021 bisa berjalan secara efektif. [Red/M2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here