Telah Terbit Majalah Justisia Edisi 52: “Akademisi Cap Plagiasi”

0
183
Telah Terbit Majalah Justisia Edisi 52:
Flyer Majalah Edisi 52. Sumber: Tim Kreatif Justisia
Website | + posts

Justisia.com – Plagiarisme merupakan tindakan menjiplak atau meniru karya orang lain untuk kemudian diakui sebagai karya sendiri. Tindakan ini cukup marak terjadi di bidang kepenulisan, termasuk penulisan karya akademik.

Tak dapat dipungkiri bahkan ditemukan sejumlah tindakan plagiasi dalam karya akademisi untuk memperoleh gelar, seperti yang terjadi di Universitas Negeri Jakarta. Ditemukan tanda-tanda plagiasi dalam karya disertasi milik tiga doktor pada tahun 2016.

Plagiarisme telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi pasal (3) yang menyebutkan bahwa perguruan tinggi harus melakukan pencegahan plagiasi dengan tujuan agar tidak terjadi tindak plagiarisme di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta juga mencantumkan karya tulis sebagai salah satu karya yang memiliki hak cipta.
Dampak dari plagiarisme ini berat, termasuk pada tindak pidana. Di samping itu, plagiarisme mengakibatkan usulan pengangkatan/kenaikan jabatan ditolak karena terindikasi unsur plagiarisme.

Jika sudah ada peraturan mengenai hal tersebut, mengapa plagiarisme masih saja marak di kalangan akademisi dan lembaga pendidikan? Apakah hal itu menunjukkan peraturan yang dimiliki tidak efektif ataukah ada aspek lain yang mempengaruhi hal tersebut?

Terbitnya Majalah Justisia Edisi 52 kali ini, dengan judul “Akademisi Cap Plagiasi” akan mengulas plagiarisme dari berbagai sisi, mulai dari sisi sosial, hukum, ekonomi, dan beberapa aspek lainnya.

Kami berharap tulisan kawan-kawan Pers Mahasiswa LPM Justisia dapat membuka lebar cakrawala para pembaca tentang Plagiarisme yang kian marak di Negeri ini. Tidak lupa, kritik dan saran dari pembaca, begitu kami tunggu agar ke depan kami semakin baik dalam berkarya!

Majalah dapat diunduh di sini.

Let’s get start it.

Baca juga:  Bunga Rampai: "Lintas Dimensi Mengkaji Pandemi"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here