Spinoza; Bersama Rasio Munculah Kesadaran Hukum dan Substansi Tunggal

0
72
Spinoza; Bersama Rasio Munculah Kesadaran Hukum dan Substansi Tunggal
Foto Baruch Spinoza. Sumber: en.wikipedia.org
Anastya Mawar Dini
Kru Magang 2020 | + posts

Justisia.com – Baruch de Spinoza adalah filsuf abad modern yang merupakan keturunan Yahudi-Portugis berbahasa Spanyol, dia lahir pada tanggal 24 November 1632 dan besar di Belanda.

Walaupun lahir dari keturunan Yahudi, tetapi Spinoza menolak dengan tegas ajaran-ajaran agama Yahudi, karena penolakan tersebut dia akhirnya diasingkan dan mengucilkan diri dari Yahudi, kemudian mengganti namanya menjadi Benedictus de Spinoza dan hidup di pinggiran kota Amsterdam.

Spinoza hidup semasa dengan Descartes dan Leibniz, di mana mereka adalah para filsuf yang menggagas ajaran rasionalisme pada abad modern.

Sejalan dengan Descartes dan Leibniz, Spinoza juga ternyata salah satu penganut ajaran rasionalisme Descartes, di mana untuk menemukan kebenaran haruslah didapatkan melalui pembuktian logika dan analisis berdasarkan fakta-fakta, bukan berasal dari pengalaman indrawi. Tetapi yang istimewa dari rasionalisme Spinoza, ia tidak mengingkari pengalaman indrawi atau empirisme untuk memperoleh sebuah kebenaran.

Hukum Sebagai Rasio

Munculnya dogma-dogma dari rumah ibadah atau gereja pada abad modern menjadi latar belakang munculnya pemikiran Spinoza mengenai hukum sebagai ungkapan rasio murni. Masyarakat pada masa itu mempercayai mitos dan dogma gereja dan mereka cenderung menerimanya tanpa memikirkan kebenarannya.

Tidak hanya itu, keinginan membebaskan diri dari pemikiran tradisional, penolakan terhadap adat-istiadat atau kepercayaan yang sedang populer pada masa itu juga menjadi salah satu faktor munculnya pemikiran hukum sebagai ungkapan rasio dari Spinoza.

Hukum sebagai rasio sudah jelas bahwa hukum itu harus bersumber dari akal rasio manusia, baik buruk suatu perbuatan itu tergantung pada rasio manusia. Banyak sekali teori-teori tentang hukum yang selaras dengan pemikiran Spinoza.

Teori kedaulatan hukum juga selaras dengan pemikiran Spinoza, yaitu hukum itu ada karena masyarakat mempunyai perasaan bagaimana seharusnya hukum itu. Teori ini didukung dengan asas keseimbangan yang diungkapkan oleh Kraneburg di mana kesadaran orang atau manusia itu sendiri yang menjadi sumber hukum.

Substansi Tunggal Spinoza

Sebagai seorang filsuf rasionalis ekstrim yang berusaha memikirkan realitas secara apriori, maka Spinoza menggunakan metode deduktif-sintetis untuk membangun sebuah filsafat yang benar-benar apriori.

Metode ini menyatakan bahwa dari prinsip pertama dapat diturunkan segala sesuatu yang lain, dan yang diturunkan dari prinsip pertama itu bersifat abadi, mutlak, dan tidak mungkin salah.

Inilah yang disebut-sebut Spinoza sebagai substansi tunggal. Substansi tunggal adalah apa yang dapat dipahami tanpa perlu memahami sesuatu yang lain, sesuatu sebab yang tidak disebabkan oleh sesuatu yang lain yang memiliki sifat yang tak terbatas, atau disebut Allah.

Spinoza adalah filsuf yang ia percaya kepada Allah sebagai substansi tunggal, ia juga mengungkapkan jika keberadaan Allah yang ia pikirkan berbeda dengan pemimiran Kristiani dan Yahudi.

Walupun Spinoza pengikut ajaran rasionalisme Descartes tetapi ia berbeda pandangan dalam hal mengenai substansi, menurutnya tidak ada substansi kecuali Allah tetapi Descartes berpandangan bahwa ada tiga substansi, dan di sinilah menjadi awal mula pemikiran Spinoza mengenai substansi tunggal sebagai wujud penolakan pengertian substansi menurut Descartes.

Spinoza berpendapat jika substansi itu tunggal karena berdasarkan sifat substansi yang tak terbatas, maka munculah pemikiran jika substansi itu tidak terbatas maka mustahil dan tidak mungkin ada substansi yang lain kecuali Allah.

Substansi tunggal Spinoza juga sejalan dengan pendapat Thomas Aquines tentang Lex Eterna, yaitu segala sesuatu yang ada di dunia adalah pikiran dan kehendak Tuhan, jadi semua alam dan seisinya dikendalikan oleh Tuhan.[Red. s1/Ed. Rusda]

Baca juga:  Pernikahan Beda Agama: Antara Cinta dan Kebebasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here