Soroti Isu UKT, Aliansi Mahasiswa UIN Walisongo Melawan Gelar Demo di Depan Gedung Rektorat

0
409
Soroti Isu UKT, Aliansi Mahasiswa UIN Walisongo Melawan Gelar Demo di Depan Gedung Rektorat
Gambar massa yang melakukan demo di depan rektorat UIN Walisongo Semarang, Rabu, 7 Juli 2021. Sumber: Aliansi Mahasiswa Walisongo
Website | + posts

Semarang, justisia.com – Aliansi Mahasiswa UIN Walisongo Melawan gelar demo di depan gedung rektorat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menanggapi beberapa isu Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rabu, (07/07)

Aksi ini menyusul surat audiensi yang baru direspon sejak surat audiensi dikirimkan pada Rabu, tanggal 01 Juli 2021 lalu.

Beberapa perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas juga sempat menyampaikan orasi aksi aksi.

“Di mana hati nurani Bapak/Ibu birokrasi yang terhormat? Mengapa ada surat pernyataan tidak boleh mengajukan banding UKT di kemudian hari bagi mahasiswa baru 2021,” ujar Ica, orator asal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Dirinya juga menyoroti perihal surat Pengumuman Nomor: B-2478 /Un.10.0/R.2/DA.02.01/06/2021 pada point yang menyatakan “Mahasiswa yang mendapat keringanan UKT/SPP pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022 adalah mereka yang mendapat Keringanan UKT/SPP pada Semester Genap Tahun 2020/2021”.

“KMA Nomor 81 2021 padahal menyatakan bahwa keringanan UKT juga berlaku pada semester ganjil 2021. Tapi yang ada, surat (Pengumuman) dari kampus mengatakan mahasiswa yang semester lalu tidak mendapat keringanan UKT, pada semester ini tidak boleh mendapatkan keringanan UKT”, katanya.

Izul, orator asal FITK mempertanyakan status kampus UIN Walisongo yang terkesan sudah tidak berpihak lagi kepada mahasiswa kelas menengah ke bawahnya.

“Apakah ini (UIN WS) yang disebut kampus rakyat? Biaya UKT tetap mahal di tengah pandemi. Sedangkan kampus malah (mengalihkan perhatian) peduli dengan vaksinasi, bahkan asrama mahasiswanya dipakai untuk karantina covid,” seru Izul.

Orator asal FSH, Khoirul Fajri, turut bersuara mengenai kampus yang diduga dengan terang-terangan telah membungkam mahasiswa 2021 melalui surat pernyataan bermaterai.

“Kita di sini rela berkolot ria dengan keamanan dan berpanas-panasan demi memperjuangkan UKT kami. Kali ini kawan-kawan harus paham bahwa UIN Walisongo melakukan pembungkaman kepada mahasiswa baru dengan surat pernyataan untuk tidak mengajukan banding di kemudian hari.”

Dirinya juga menyeru kepada para peserta aksi untuk tetap berada pada satu barisan dan tertib mematuhi protokol kesehatan.

“Tolong, Kawan-kawan. Perlihatkan bahwa kita adalah masa aksi yang tertib. tetap patuhi protokol kesehatan. Satu komando satu tujuan,”ucapnya.(Red. sI)

Baca juga:  Aksi Aliansi Mahasiswa Walisongo, Gelar Acara Pasar Gratis bertajuk Rakyat Bantu Rakyat ditengah Pandemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here