Rektor Meminta Maaf Kepada Peserta Wisuda Dan Orang Tua

0
126
Lisana Sidqin Alia
Kru Magang 2020 | + posts

Semarang, Justisia.com – Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq, meminta maaf kepada peserta wisuda dan orang tua karena tidak bisa menghadirkan kedua belah pihak secara bersama dalam acara yang penting ini.

Hal tersebut diungkapkan Imam Taufiq saat memberi sambutan di Acara Wisuda ke-79, yang dilaksanakan pada hari Rabu (17/02/2021). Berbeda dengan sebelumnya, penyelenggaraan wisuda kali ini dilakukan dengan kombinasi sistem online dan offline mulai pukul 08.00 WIB.

“Saya menyampaikan mohon maaf yang sebesar – besarnya kepada wisudawan wisudawati yang tidak bisa hadir dalam acara ini, dan maaf ini juga kami sampaikan kepada para orang tua yang tidak bisa mendampingi putra putrinya,” ujar Rektor.

Dalam sambutannya, Imam Taufiq memberikan informasi bahwa wisuda ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Wisuda yang dilakukan secara secara offline berlangsung di auditorium dan diikuti oleh wisudawan wisudawati terbaik dari setiap program studi.

Sayangnya, para wisudawan tersebut tidak bisa didampingi oleh siapapun. Sedangkan para wisudawan lain yang mengikuti kegiatan secara virtual melalui media Zoom ditemani oleh orang tua/wali dengan berpakaian toga lengkap.

Keputusan ini diberlakukan karena situasi yang tidak memungkinkan untuk berkumpul di tengah pandemi. Model wisuda seperti ini dipilih berdasarkan hasil dari beberapa kajian mengenai desain wisuda yang paling proporsional di era new normal.

Tidak lupa, Ia juga memberikan ucapan selamat atas capaian prestasi dan karir akademik yang telah dicapai oleh para wisudawan. Dirinya juga berharap wisuda ini dapat menghantarkan wisudawan dan wisudawati menjadi orang yang sholeh dan bermanfaat.

Selain itu, Imam Taufiq juga menyampaikan tentang pemberlakuan protokol kesehatan di kampus yang relatif ketat. Sebagai bukti, perkuliahan semester ini dilakukan secara online dan beberapa mata kuliah yang memerlukan praktikum dilakukan dengan persyaratan dan penerapan prosedur yang ketat.

Hal ini dilakukan agar mutu pembelajaran maupun proses birokrasi dapat berjalan dengan baik serta tetap mengikuti protokol kesehatan. Para pegawai, tenaga pendidik, dan dosen diberi kesempatan untuk melakukan tugasnya secara proporsional dengan bekerja di kantor maupun di rumah setelah sebelumnya dipertimbangkan oleh fakultas masing-masing.

Sebagai pemungkas, Rektor mengukuhkan para wisudawan untuk menjadi duta-duta walisongo muda yang harus berkiprah dan berkontribusi dengan membawa Islam yang moderat. Rektor juga berpesan kepada para alumni untuk tetap semangat ditengah keadaan saat ini.

“Saya berpesan kepada semua alumni khususnya yang hari ini diwisuda tetap semangat ditengah kondisi darurat seperti ini dan berpegang teguh pada protokol kesehatan serta memberikan yang terbaik semaksimal mungkin untuk bangsa dan negara,” tutur Imam Taufiq.

Baca juga:  Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Tiga Anak Piatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here