Pondok Pesantren Sebagai Surganya Pelajar di Era 4.0

0
66
Pembacaan Arwah Jama' sebelum Ramadhan, Apa Hikmahnya?
Althaf Hakim Rahman
Kru LPM Justisia 2020 | + posts

Justisia.com – Pada era 4.0 ini, banyak kemajuan serta penemuan yang telah terpecahkan oleh para Profesor handal, baik di bidang transportasi, komunikasi, bahkan dalam gaya hidup sekalipun yang mengikuti gaya kebarat-baratan.

Saking banyaknya ditemukan hal-hal baru, sehingga dinamai dengan Era Digital, yaitu zaman dimana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi. Kita dapat mengakses segala informasi dan berita dengan bebas tak terbatas, bahkan hal negatif dapat diakses dengan mudah. Hal tersebut lah yang dapat merusak sendi-sendi tatanan kehidupan dan pola pikir manusia, bahkan akhlak juga dapat terkena imbasnya.

Pondok Pesantren adalah tempat yang tepat bagi para Tholabul Ilmi dalam membentuk karakter dan moral yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam, karena akhlak merupakan hal yang di nomor satukan sebelum mencari ilmu. Sesuai dengan kata artinya, Pondok Pesantren bermakna tempat bagi santri / murid yang belajar agama.

Bukan hanya moral, di pesantren juga diajarkan berbagai macam keilmuan, baik ilmu keagamaan seperti, ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fiqih, ilmu akhlak dan masih banyak lagi, maupun ilmu umum seperti matematika, ipa, dan ips. Ada juga yang diajarkan ilmu falak atau ilmu yang mempelajari tentang astronomi (mengetahui keadaan benda langit) khususnya Bumi, Bulan dan Matahari, yang sangat bermanfaat bagi umat muslim dalam ru’yatul hilal (untuk menentukan awal bulan).

Selain itu, kita juga ditekankan dalam bidang hafalan, baik hafalan Al-Quran atau hafalan bait-bait qoidah. Kita juga diajarkan hidup mandiri, hidup yang serba apa adanya, jauh dari orang tua dan segala hal yang bersifat menyenangkan, serta dilatih supaya cakap dalam mengatur finansial kita, jangan sampai terlalu boros dalam berkebutuhan.

Hal tersebut sengaja diatur dan dibentuk agar para santri dapat membentuk jiwa yang disiplin, kuat dalam menjalani segala hal, serta dapat membentuk insan yang berkualitas, berguna bagi keluarga, masyarakat, agama dan negara.

Untuk di Nusantara sendiri, Pondok Pesantren dibagi menjadi 3, yaitu Khalaf, Salaf dan perpaduan antara Khalaf dan Salaf. Pondok Pesantren Khalaf adalah tempat pendidikan Islam yang mengajarkan ilmu umum dengan metode klasikal dengan masih mempertahankan kitab-kitab Islam.

Adapun Pondok Pesantren Salaf adalah tempat pendidikan Islam yang hanya mengajarkan kitab-kitab agama sebagai metode pembelajaran dan tidak memasukan pelajaran umum. Pondok Pesantren Perpaduan Salaf dan Khalaf adalah tempat agama yang memperpadukan antara pelajaran umum dan kitab.

Maka tidak lagi diragukan kemampuan finansial, spiritual serta moral yang dimiliki para santri Pondok Pesantren dengan berbekal Ilmu duniawi dan ukhrowi. Dengan demikian, besar harapan santri dapat mengubah dan berperan di Nusantara ini, terlebih mereka dapat menyebarluaskan ajaran dan budaya Islam yang toleran dan moderat.

Itulah mengapa Pondok Pesantren di era 4.0 ini disebut sebagai Surga-nya dunia bagi para Santri yang ingin bersungguh-sungguh belajar ilmu agama. Maka beruntunglah seseorang yang termasuk dan pernah menjadi bagian anggota tersebut. [Red. Sadad Aidi]

Baca juga:  Dugaan Korupsi E-KTP; Peluang Melawan Petahana dalam Kontestasi Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here