Polisi Membuabarkan Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua Di Depan Kampus UNDIP

0
28
Polisi Membuabarkan Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua Di Depan Kampus UNDIP
Dokumentasi aksi Aliansi Mahasiswa Papua di depan kampus UNDIP, Sumber: LBH Semarang
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – Aparat Kepolisian melakukan penangkapan Jumat, 05 Maret 2021 terhadap 21 demonstran Aliasi Mahasiswa Papua (AMP) yang melancarkan aksinya di depan Kampus Universitas Diponegoro Pleburan, Semarang.

Penangkapan terhadap demonstran AMP yang tengah melangsungkan aksinya ini dianggap sebagai tindakan yang represif, karena ada unsur-unsur kekerasan yang digunakan oleh pihak Kepolisian.

Berawal dari perintah Kasat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Guki Ginting yang memerintahkan puluhan Aparat Kepolisian untuk menangkap koordinator demo yang memegang microphone, dan berujung menjadi sebuah kesewanang-wenangan dari Aparat Kepolisian sebagai perpanjang tanganan Pemerintah.

Beberapa bentuk kekerasan yang diterima oleh demonstran seperti yang dilansir dari Instagram LBH Semarang, sebagai berikut:

1. Saat ditangkap paksa, massa aksi mendapat tendangan, pukulan, jambakan, bantingan dan beberapa baju yang dikenakan oleh massa aksi menjadi robek karena ditarik paksa. Terlebih tindakan represif tersebut dilakukan saat aksi demonstrasi belum dimulai.

2. 3 (tiga) orang massa aksi diborgol layaknya kriminal yang tertangkap melakukan tindak pidana, padahal massa aksi hanya menggunakan hak demokrasi yang dilindungi oleh Konstitusi untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

3. Aparat kepolisian juga melakukan penyitaan beberapa barang seperti handphone, microphone, dan masker tanpa menunjukan surat penyitaan yang sah menurut Undang-undang.

4. Massa aksi yang ditangkap tersebut kemudian diperiksa selama hampir 3 (tiga) jam dan baru dilepaskan sekitar pukul 13.00. Pada saat diperiksa, beberapa tindakan kekerasan fisik kembali dilakukan oleh aparat kepolisian, serta terdapat kata-kata kasar yang diucapkan oleh aparat kepolisian kepada massa aksi yang ditangkap tersebut.

Baca juga:  LBH Semarang Launching Catatan Akhir Tahun : Banyak Kasus Pelanggaran HAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here