Pengoptimalan Pangan Lokal Sebagai Solusi Triple Burden of Malnutrition

0
32
Credit Foto: Screenshoot on Youtube Channel HMJ Gizi UIN Walisongo
Nafisah Azzahro
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Seminar gizi bertemakan “Penerapan Pola Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal dalam Menghadapi Triple Burden of Malnutrition di Masa Pandemi Covid-19”, digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui zoom meeting, pada Jumat (23/10/21).

Narasumber kedua, Rita Ramayulis dalam pemaparannya menyampaikan bagaimana kita harus mencintai pangan lokal.

“Tugas kita bersama ini, bagaimana cara mencintai pangan lokal dan apabila sudah cinta, maka akan sering digunakan,” ungkapnya.

Berawal dari kasus triple burden yang terjadi di Indonesia, yaitu adanya under nutrition, stunting, dan over weight. Dengan defisiensi zat (under nutrition) yang masih belum teratasi.

“Dalam hal ini yang masih belum teratasi adalah defisiensi zat besi kemudian defisiensi zink, defisiensi vitamin A, dan defisiensi vitamin B 12,” tutur Rita.

Adapun pangan lokal kelompok karbohidrat biasanya hanya terpacu pada nasi putih padahal masih ada yang lainnya.

“Selain nasi, kita mempunyai jagung, ubi jalar, singkong, dan kentang,” imbuh perempuan berbaju batik Itu.

Dari survei yang dilakukan Rita, jagung, ubi jalar, singkong, dan kentang bisa dikatakan lebih unggul dari pada nasi putih.

Kemudian, ada juga pangan lokal kelompok protein hewani yang kaya gizi seperti ikan pindang serani.

“Apabila melihat kandungan yang luar biasa, perseratus gram dagingnya menyumbangkan 142 Kkl. Hal tersebut dapat mengatasi kondisi under nutrition , karena juga mikro-nutrisinya tinggi,” ujar Rita.

Ada juga pangan lokal protein nabati seperti tempe, kacang merah dan oncom. Kemudian ada juga pangan lokal sayur dan buah.

Intervensi spesifik untuk mengatasi triple burden masalah gizi di Indonesia adalah dengan mencukupkan makan yang beragam dan seimbang.

“Kebutuhan zat gizi tersebut dapat dipahami dari pangan lokal yang harganya lebih murah namun mengandung zat gizi yang baik,” simpul Rita. [Ed. Fia/ Red. M2]

Baca juga:  Aliansi GERAM Padati Gerbang Kampus 3 UIN Walisongo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here