Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Orasi Ilmiah di Depan Mahasiswa Baru UIN Walisongo Semarang

0
31
Orasi Ilmiah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi secara daring
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan UIN Walisongo Semarang yang digelar secara daring melalui streaming youtube pada Senin (02/08) hadirkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

“Di era disrupsi seperti ini, menjadi bagian dari civitas akademika perguruan tinggi bukanlah suatu hal yang mudah,” ujar pria kelahiran Jombang.

Ia menjelaskan perguruan tinggi tidak cukup sekedar berperan sebagai lembaga pendidikan semata. Karena tuntutan terhadap kontribusi perguruan tinggi saat ini besar, baik secara internal maupun eksternal. Sehingga perguruan tinggi bisa melahirkan mahasiswa yang mampu menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia.

“Jadi kalau misalkan kuliah dengan daring sambil tidur bisa saja, tetapi itu berarti tidak memiliki kemandirian yang maksimal,” ujarnya.

Wakil Dekan Fakultas Syariah Unhasy Tebuireng itu juga mengharap mahasiswa UIN Walisongo tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu mati, tetapi mahasiswa harus menjadi penanda sejarah, memiliki sense of crisis, sibuk mendidik skill dan value yang dibutuhkan dunia kerja, masyarakat dan umat.

“Hal ini merupakan tuntutan yang mutlak yang menjadi bagian dari posisi kita menjadi mahasiswa,” ucapnya.

Karena perguruan tinggi adalah kawah candra dimuka bagi terbentangnya cakrawala pemikiran-pemikiran baru untuk membangun peradaban Indonesia maju. Tanggung jawab dan kontribusi, baik dari dosen atau mahasiswa memiliki peran yang besar. [Red. Musyaffa]

Reporter: Ariska, Nabawy, Lutfi, Risko
Penulis: Ariska, Nabawy, Lutfi, Risko

Baca juga:  Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Harus Disikapi Secara Akademis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here