Masjid Al-Ikhlas Masjid Terketat

0
62
Amrina Rosyada

Diberlakukannya kegiatan work from home (WFH) oleh Pemerintah Dinas Kesehatan banyak membuat warga masyarakat menghabiskan waktu di rumah dengan berbagai kesibukan mereka.

Sebelum adanya covid19 masyarakat mengerjakan seluruh aktivitas di luar rumah untuk mengais rezeki atau nafkah bagi keluarga mereka, padahal aktivitas yang dibatasi hanya di dalam rumah sangat menghambat produktivitas serta kreativitas Masyarakat.

Guna menghambat penyebaran virus Corona, takmir Masjid Al-Ikhlas, Puri Anjasmoro, Semarang menerapkan berbagai kebijakan demi kemaslahatan dan pencegahan virus Corona. Yaitu yang pertama dengan sistem buka tutup masjid, yang kedua dengan mewajibkan cuci tangan untuk setiap jamaah yang hendak memasuki masjid, yang ketiga wajib menggunakan masker ketika memasuki area masjid, yang keempat ditekankan untuk seluruh jamaah agar mengambil wudhu di tempat masing-masing atau di rumah masing-masing kemudian membawa sajadah sendiri.

Selain itu kebijakan ini juga dapat bermanfaat bagi jamaah kaum muslimin, secara tidak langsung mereka diajari berdisiplin dalam waktu, kebersihan, dan ketertiban. Karena hal yang demikian, terkadang perlu untuk dibiasakan supaya menjadi kebiasaan yang positif.

Baca juga:  Posko 74 KKN MIT Karimunjawa bersama Ibu-Ibu PKK Gelar Jumat Bersih

“Diterapkannya protokol kesehatan di Masjid Al-Ikhlas adalah suatu bentuk kehati-hatian terhadap virus Corona dan sebagai latihan kedisiplinan bagi para jamaah kaum muslimin yang insyaallah sangat bermanfaat dan berpahala jika diniatkan ibadah di sisi Allah,” tutur marbot masjid tersebut.

Setelah ini penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat di Masjid Al-Ikhlas berakhir, diharapkan seluruh jamaah kaum muslimin yang biasa salat di Masjid Al-Ikhlas agar dapat meneruskan estafet kebiasaan-kebiasaan yang positif yang diterapkan oleh masjid agar supaya dilanjutkan.

Kegiatan atau penerapan ini tidak lain dan tidak bukan juga untuk mendukung pemerintah dalam penanggulangan kasus virus Corona yang terus meningkat, serta sebagaibentuk kepedulian mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar. [Red. Musyaffa’]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here