Masa Aksi AMW Sempat Hendak Dibubarkan Satpam

0
134
Masa Aksi AMW Sempat Hendak Dibubarkan Satpam
Gambar perbincangan antara satpam dengan AMW
Website | + posts

Semarang, justisia.com – Sempat terjadi adu mulut antara satpam dengan Aliansi Mahasiswa UIN Walisongo Melawan pada saat aksi isu UKT berlangsung di depan gedung rektorat, Rabu 07/07.

Pihak satpam (keamanan) menuduh tidak adanya surat tembusan yang dilayangkan sebelumnya.

“Loh saya berhak kok membubarkan panjenengan, mana suratnya. Kalian itu harus izin dulu ke Polsek kalau mau mengadakan aksi. Tadi juga tidak ada surat tembusan ke pihak keamanan,” ujar satpam yang diketahui bernama Agus Wahyudi.

Hal tersebut kemudian dibantah oleh Syafiq, mahasiswa asal FITK. Menurutnya, saat melayangkan surat audiensi ke pihak birokrasi sudah tertulis bakal membawa masa aksi sekitar kurang lebih 30-an mahasiswa.

“Tenang, Bapak. Jangan ngegas dulu dong. Kami datang ke sini memang mendadak karena surat audiensi baru di-acc tadi jam 10an, padahal suratnya sudah kami layangkan sejak tanggal 1. Di situ juga sudah tertulis bakal membawa masa aksi sebanyak 30-an anak,” kata Syafiq, Korlap Aksi Mahasiswa FITK.

Fajri, yang juga salah satu Korlap aksi Mahasiswa kemudian menyampaikan bahwa adanya masa aksi, meski berjumlah 30-an, bertujuan agar mempunyai daya tawar di depan angkuhnya birokrasi.

“Birokrasi kalau tidak didesak dengan adanya massa aksi, keputusannya tidak bakal berpihak kepada tuntutan mahasiswa. Kita akan tetap kawal audiensi sampai birokrasi memenuhi tuntutan mahasiswa” ujar Fajri.

Baca juga:  Soroti Isu UKT, Aliansi Mahasiswa UIN Walisongo Melawan Gelar Demo di Depan Gedung Rektorat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here