Mahasiswa Asal Pemalang Jadi Wisudawan Terbaik Universitas dan Jurusan

0
43
Mahasiswa Asal Pemalang jadi wisudawan terbaik universitas dan jurusan
Foto Rivai setelah mengikuti sidang senat terbuka wisuda ke-80. Sumber: Rivai
Ircham Mudzakir
Kru Magang 2020 | + posts
M. Rizaldi
+ posts

Semarang, justisia.com – Mahasiswa asal Pemalang Rivai, menjadi Wisudawan terbaik universitas dan terbaik jurusan Ilmu Hukum dalam wisuda sarjana ke-80.yang dilaksanakan pada Selasa, 8 Juni 2021 di Auditorium 2 Kampus 3.

Rivai yang mendapatkan IPK 3,83, mengungkapkan rasa senang dan bersyukur karena mendapat gelar wisudawan terbaik prodi ilmu hukum.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya tak pernah terbesit untuk ia mendapatkan gelar wisudawan terbaik.

“Senang, bersyukur, alhamdulillah. Dan ga pernah terbesit,” ungkap mahasiswa angkatan 2017 ini.

Ia juga menjelaskan bahwa fokusnya adalah belajar secara maksimal, dan gelar merupakan bonus baginya.

“Fokus saya hanya belajar, masalah terbaik itukan bonus,” jelasnya saat diwawancarai melalui aplikasi berbagi pesan, WhatsApp.

Selama perkuliahan, ia tidak terlalu merasa kesulitan. Ia menjelaskan bahwa kendala terbesarnya saat menyusun skripsi karena kesulitan mendapat referensi karena perpustakaan yang masih tutup.

“Kendala ya, alhamdulillah lancar, Cuma kemarin aja saat skripsi kendala referensi,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan setelah lulus, ia berniat untuk melanjutkan S2 di bidang hukum. Namun ia juga tak terlalu tergesah gesah untuk langsung melanjutkan pendidikan S2.

“Lanjut S2 di bidang hukum insyaallah, kalo belum bisa ambil s2 kerja dulu ngga apa sambil jalan,” ungkapnya.

Ia juga bersyukur karena bisa merasakan wisuda secara offline walaupun terbatas. Ia menyayangkan kebijakan yang tidak menghadirnya keluarga wisudawan dalam acara tersebut.

“Sedikit kecewa, tapi tetap bersyukur bisa ikut upacara wisuda offline,” ujarnya.

Terakhir, ia memberi saran kepada mahasiswa lain agar tetap fokus belajar, menejemen waktu, dan perbanyak membaca untuk dapat melatih cara pikir, serta menambah referensi.

“Tetap fokus belajar, menejemen waktu, dan banyak baca buku untuk melatih cara pikir dan nambah referensi,” ungkapnya. (Red. sI)

Baca juga:  Dekan Fakultas Syari'ah Tanggapi Pemotongan UKT UIN Walisongo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here