KH. Ubaidillah Shodaqoh Sesalkan Stigmatisasi Perjuangan Rakyat Wadas

0
91
sumber foto: Nujateng.com
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – Kekerasan aparatur Negara kepada warga Wadas, kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang melakukan penolakan tambang batu andesit secara damai pada Jumat (23/4/2021) lalu, mendapat sorotan beberapa media nasional.

Namun, pemberitaan-pemberitaan yang ada justru membangun narasi bahwa demo penolakan warga desa Wadas ditunggangi oleh kelompok Anarko. Sebagai contoh adalah pemberitaan Detik.com dengan judul “Polisi Duga Demo Ricuh Tolak Tambang Purworejo Ditunggangi Anarko”.

Hal tersebut, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, Ubaidillah Sodaqoh turut angkat bicara dan menyesalkan stigmaisasi dalam pemberitaan yang ada di media mainstream tersebut.

“Nah, kabarnya, masalahnya di televisi ada distorsi. Mana yang benar? Kemarin di TV One atau di media itu katanya ditunggangi Anarko. Stigmatisasi itu yang kita sayangkan. jangan sampai ada stigmatisasi. Negara menstigmaisasi rakyatnya sendiri itu kecerobohan,” tuturnya saat ditemui di kediamannya oleh kontributor Justisia.com dan Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Komda Semarang, (25/4/21).

Selain itu, pria yang akrab disapa Yi Ubed itu juga menyinggung soal pemberitaan di media mainstream atau televisi yang dinilai bias. “Kalau yang di beritakan yang luka-luka kan polisinya. Rakyatnya nggak ada yang luka-luka. Wah ampuh-ampuh temen rakyat e,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Tlogosari tersebut berpesan kepada semua pihak agar stigma-stigma itu tidak dilakukan. Terlebih kepada orang-orang yang dilemahkan seperti warga Desa Wadas.

“Demikian pula sampean-sampean sebagai orang yang (di) bawah, stigma-stigma itu jangan dilakukan, kasihan,” tuturnya. Menurut Yi Ubed, negara dan media bisa saja seenaknya menstigmatisasi dan memanipulasi perjuangan rakyat di Wadas. Namun pertanggung jawaban di hadapan Allah tetaplah pertanggung jawaban yang haq.

“Lah kalau Allah kan tau kronologisnya secara pasti, beritanya tidak lewat TV One, tidak lewat Metro TV, Kompas. Allah bisa meliat langsung,” tutupnya. [Red. M2]

Baca juga:  KH. Ubaidillah Sodaqoh Sayangkan Tindak Kekerasan Aparat Atas Warga Wadas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here