Kaleidoskop 2021: Kilas Balik UIN Walisongo Semarang

0
54
Kaleidoskop UIN Walisongo Semarang
Doc./Image: Tim Litbang & Desain Justisia
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – 2021  bukan tahun terbaik namun  setidaknya tahun ini kita sudah bisa sedikit bernafas lega, sebelumnya kita dihebohkan dengan virus corona yang merenggut ribuan nyawa, namun tahun ini  dunia sudah mulai berdamai dengan virus tersebut, beberapa aktivitas sudah bisa berjalan seperti sebelumnya walaupun dibatasi dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sepanjang 2021 ada beberapa kejadian yang tercatat oleh tim redaksi, banyak kebijakan-kebijakan baru, hal-hal baru di UIN Walisongo Semarang. Bahkan, UIN Walisongo juga mendapatkan berbagai prestasi yang cukup mengejutkan. Berikut kilas balik UIN Walisongo Semarang.

1. Layanan Perpustakaan UIN Walisongo Selama 2021
Layanan Perpustakaan UIN Walisongo dibuka kembali pada Senin, 12 April 2021 setelah sekian lama ditutup karena pandemi. Namun layanan kembali ditutup pada Jumat, 23 April karena salah satu staf dinyatakan positif Covid-19.

Awalnya, Layanan Perpustakaan dibuka Kembali mengingat melonggarnya kasus Covid utamanya di Semarang. Walaupun begitu berdasarkan informasi, UPT Perpustakaan, layanan akan dibuka pada Senin s.d Sabtu dengan beberapa tata tertib di antaranya, parkir pemustaka di gedung parkir sebelah perpustakaan lama, pemustaka wajib cuci tangan dan menggunakan masker, serta wajib memenuhi protokol kesehatan dan mematuhi physical distancing.

Untuk proses peminjaman para pemustaka juga wajib mengikuti aturan yang telah diterapkan oleh pihak UPT Perpustakaan. Untuk syarat peminjaman meliputi, presensi dengan scan kartu perpustakaan secara mandiri, mengambil kunci loker untuk menitipkan tas atau barang bawaan secara mandiri, melakukan pencarian buku melalui gadget masing-masing pada laman http://library.walisongo.ac.id/, layanan peminjaman bisa melalui self check atau self loan di lantai 2 atau 3 maupun loket peminjaman, serta mengambil tas atau barang bawaan dan mengembalikan kunci loker pada tempatnya. Sementara itu, untuk proses pengembalian bisa melalui dropbox di lantai 1 bagi yang tidak terlambat denda dan bisa juga melalui loket pengembalian.

Namun, belum ada dua minggu layanan dibuka, UPT Perpustakaan Kembali ditutup hingga waktu yang tidak diperkirakan. Hal tersebut dikarenakan telah ada indikasi bahwa salah satu pegawai perpustakan terpapar Virus Corona, dan setelah di tes rapid Antigen ternyata hasilnya positif.

Kepala perpustakaan mengambil langkah kebijakan terhadap hal ini diantaranya, akan mengadakan tes rapid Antigen yang diperuntukan untuk semua staf dan pegawai perpustakaan. Jikalau pegawai yang terpapar Covid hanya satu atau dua orang, maka pihak perpustakaan masih tetap membuka perpustakaan dengan syarat pegawai yang terkena Covid diwajibkan melakukan isolasi mandiri, baik dirumah atau ditempat yang telah disediakan. Adapun bagi mahasiswa yang telah meminjam buku perpustakaan kemudian ingin mengembalikannya, dan ternyata setelah diputuskan bahwa hasil tes antigen banyak pegawai yang positif dan harus menutup perpustakaan/lockdown, maka akan ada peniadaan denda buku/free.

2. Drama Keringanan UKT
Aliansi Mahasiswa Walisongo Melawan (AMW) menggelar aksi di depan rektorat guna menuntut keringanan UKT pada Rabu, 7 Juli 2021. Hasil musyawarah dengan petinggi birokrasi kampus  menghasilkan 4 kesepakatan dari 8 tuntutan yang diajukan.  Sejumlah mahasiswa juga menggelar aksi secara virtual dengan serentak men-trending-kan tagar #UINWSMAHAL di Twitter.

Sejumlah mahasiswa UIN Walisongo sempat menggelar aksi menyusul tidak adanya banding pengurangan UKT pada semester genap pada juli lalu. Mereka menuntut keringanan UKT dapat dilakukan setiap semesternya, mengingat kegiatan kampus yang saat itu masih berjalan secara Daring. Aksi tersebut juga dilatarbelakangi adanya surat pernyataan tidak banding UKT dalam salah satu surat yang wajib diisi oleh Mahasiswa Baru tahun 2021/2022. Akibat desakan dari mahasiswa tersebut, WR 2, WR 3, dan Kasubag Akademik, Bersama perwakilan mahasiswa melakukan negosiasi tertutup.

Negosiasi tersebut menghasilkan 4 kesepakatan yang diberikan oleh WR 3, WR 2, dan Kasubag Akademik. 4 Kesepakatan tersebut diantaranya, Penggunaan dana muawanah untuk membantu mahasiswa; Penggunaan beasiswa UPZ; Pemberian angsuran UKT kepada mahasiswa dibuka kembali; Penghapusan surat pernyataan surat mahasiswa baru.

Setelah proses negosiasi tersebut selesai, pihak perwakilan mahasiswa dan beberapa pengurus DEMA mengadakan rapat susulan guna membahas ke-4 hasil negosiasi dengan para birokrasi kampus tersebut. Walau begitu, masih banyak mahasiswa yang merasa kurang puas dengan hasil keputusan negosiasi tersebut.

3. Perkuliahan Tatap Muka

Setelah hampir 2 tahun perkuliahan dilakukan secara online, akhirnya tahun ini Mahasiswa terutama Mahasiswa baru bisa merasakan dunia kampus. Perkuliahan tatap muka ini dikhususkan untuk Mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 yang dimulai pada tanggal 11 Oktober 2021 dengan berbagai syarat dan ketentuan, melalui Surat Pemberitahuan yang bernomor 3307/Un.10.0/R.1/DA.05.01/09/2021 dijelaskan berbagai ketentuan, salah satunya adalah Mahasiswa yang mengikuti kuliah secara offline maksimal 50% dari kapasitas ruang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas hingga akhir semester (17 Desember 2021). PTM diprioritaskan untuk mahasiswa semester 1 dan 3 serta mahasiswa yang membutuhkan praktikum secara offline.

Fakultas Syari’ah dan Hukum sendiri juga telah mengadakan sosialisasi terkait teknis pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diadakan pada 11 Oktober mendatang. Sosialisasi dilaksanakan melalui zoom meeting pada Sabtu, 9 Oktober 2021 dengan Dekan, Dr. H. Mohamad Arja Imroni, M.Ag, dan Wakil Dekan 1, Dr. H. Ali Imron, M.Ag, sebagai pembicara.

Perkuliahan dilakukan dengan cara blended learning, artinya proses belajar mengajar yang memadukan antara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Poin penting yang perlu diperhatikan, perkuliahan ini masih bersifat opsional bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara online apabila terkendala untuk mengikuti pembelajaran di kampus.

Lengkapnya, Maksimal dalam satu kelas terdapat dua puluh orang termasuk dosen dengan toleransi hingga 25 orang. Apabila yang bersedia mengikuti perkuliahan melebihi kapasitas, maka komting wajib mengatur mahasiswa yang bisa mengikuti perkuliahan tatap muka. Sedangkan dosen pengampu semester 1 dan 3 wajib mengajar di kelas yang sudah ditentukan baik ada maupun tidak ada mahasiswa.

Lokasi perkuliahan berada di Gedung IsDB. Ruang kelas sesuai jadwal dengan rincian digit pertama merupakan nomor lantai dan dua digit setelahnya adalah nomor ruang. Mahasiswa akan melakukan pemeriksaan di gerbang kampus dan pintu utama gedung IsDB.

Untuk pergantian mata kuliah, mahasiswa diharuskan segera keluar kelas setelah jam mata kuliah usai dan menunggu di luar kelas. Waktu perkuliahan dibatasi selama tiga puluh menit setiap satu SKS. Mekanisme setelah selesai perkuliahan, mahasiswa diminta untuk keluar melalui pintu yang ada di sayap kanan dan kiri gedung, bukan melalui pintu utama.

4. Ruang Diskusi Dipersempit
Sejumlah mahasiswa yang menggelar ruang baca gratis disamping Auditorium kampus 3 pada Kamis, 30 September 2021 dibubarkan oleh pihak kampus. Pembubaran acara serupa juga terjadi pada 10 November saat DEMA dan SEMA FSH menggelar perpustakaan jalanan di samping Gedung Planetarium Kampus  3 UIN Walisongo.

Hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kebebasan ruang diskusi yang mulai dipersempit oleh kampus. Padahal jika menilik alasan pembubaran ruang diskusi sebenarnya lebih banyak mahasiswa yang hanya sekedar berkumpul namun tidak dibubarkan, layaknya Lapak Baca Gratis dan Perpustakaan gratis yang digelar oleh DEMA dan SEMA UIN Walisongo Semarang.

Pada kamis, 30 September, beberapa kelompok mahasiswa menggelar Lapak Baca Gratis tanpa mengatasnamakan Instansi maupun Organisasi apapun. Murni pemikiran dan kemauan mereka sendiri untuk mengadakan lapak baca tersebut, namun hal tersebut harus ditutup dengan cepat karena dibubarkan oleh satpam yang menganggap mereka telah melanggar protokol Kesehatan yang diberlakukan oleh UIN Walisongo Semarang.

Padahal sebelumnya mereka sudah mendapat izin dari pihak keamanan kampus, meskipun bukan diatas kertas. Namun, tindakan pembubaran ini perlu ditanyakan jika hanya menyoal tentang pelanggaran protokol kesehatan karena banyak juga mahasiswa yang saat itu sedang berkumpul tanpa alasan yang jelas.

Hal serupa terjadi pada Perpustakaan Gratis yang digelar oleh SEMA dan DEMA UIN Walisongo Semarang. Tepatnya pada 10 November lalu, di samping Gedung Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo. Dengan alasan yang sama, mereka terpaksa menutup perpustakaan gratis lebih cepat dari yang mereka harapkan.

5. Polemik SK Rektor
UIN Walisongo menerbitkan Surat Keputusan (SK) Rektor No. 680 pada Selasa, 5 Oktober 2021 yang mewajibkan Mahasiswa membayar sejumlah uang untuk mengikuti beberapa kegiatan khusus seperti tes TOEFL-IMKA yang sebelumnya gratis. Ada juga aturan “sewa lahan” untuk kegiatan mahasiswa. Setelah audiensi antara Ormawa dan pejabat kampus pada Senin, 12 Desember, Wakil Rektor II  Abdul Kholiq menjanjikan akan ada revisi. Selama revisi belum diterbitkan, aturan TOEFL-IMKA mengacu aturan lama, dan fasilitas kampus untuk mahasiswa digratiskan kecuali akhir pekan.

Surat tersebut berisikan tentang diberlakukannya tarif untuk beberapa layanan fasilitas ataupun jasa yang tersedia di wilayah kampus dalam SK tersebut yang menjadi pusat perhatian dan keresahan mahasiswa adalah diberlakukannya sistem pembayaran yang akan mengikuti tes Toefl – IMKA sebesar Rp150.000 bagi mahasiswa S1 pada Layanan PPB. Selain itu beberapa pasal yang dirasa merugikan yaitu pemberlakuan sewa lahan pada sekitar kampus untuk kegiatan mahasiswa, baik untuk umum, organisasi intra maupun ekstra.

Hal ini tentunya menuai protes dari seluruh kalangan mahasiswa, pasalnya penggunaan fasilitas kampus seharusnya sudah menjadi setiap hak mahasiswa karena sejak awal telah dibebankan untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT). Sementara ini, dari birokrasi belum menyampaikan komentarnya, namun harapan dari mahasiswa atas berlakunya SK tersebut dapat direvisi kembali.

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari rektorat mengenai SK tersebut. [Ed/Red. IrchamM/Fiya]

Baca juga:  Semarak Perayaan Hari Santri Nasional 2021, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Lomba Antar TPQ di Desa Getas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here