Kaleidoskop 2021: Kilas Balik Berita Terpopuler Justisia.com

0
54
Insight Media LPM Justisia
Doc./Image: Tim Litbang & Desain Justisia
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – Penghujung 2021 sudah terlihat, tak terasa banyak hal yang kita lewati. Banyak yang telah dilalui justisia pada tahun yang cukup berat ini. Mulai dari prestasi, pujian, bahkan kecaman dari beberapa pihak.

Setidaknya banyak juga hal yang sudah terangkum oleh justisia. Berikut semua hal yang telah dirangkum oleh Justisia dalam Kaleidoskop Justisia.

1. SK Rektor UIN Walisongo Nomor 680 Tahun 2021 Menuai Protes dari Kalangan Mahasiswa
Belum lama UIN Walisongo menerbitkan SK Rektor No. 680 tahun 2021 yang tak sedikit menuai protes dari kalangan mahasiswa. Melalui Keputusan Rektor Nomor 680 Tahun 2021, pada Surat Koordinator Bagian Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Nomor: 3640/Un.10.0/B.1-K.2/HK.01.07/10/2021 tanggal 4 Oktober perihal Permohonan SK Tarif Penunjang Layanan Akademik Tahun 2021.

Surat tersebut berisikan tentang diberlakukannya tarif untuk beberapa layanan fasilitas ataupun jasa yang tersedia di wilayah kampus, SK yang ditandatangani langsung oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq, pada tanggal 5 Oktober 2021 memuat beberapa keputusan sebagai berikut; Tarif layanan penunjang akademik; Pada surat Keputusan Rektor ini mulai berlaku, Keputusan Rektor UIN Walisongo Nomor 969 Tahun 2021 tentang Tarif Layanan Penunjang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku; Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

SK tersebut berisi soal keputusan-keputusan yang memberatkan mahasiswa, utamanya bagi mereka yang datang dari kalangan menengah kebawah. Keputusan tersebut diantaranya berisi tentang diberlakukannya sistem pembayaran test Toefl – IMKA sebesar Rp 150.000 bagi mahasiswa S1 pada Layanan PPB. Selain itu ada beberapa poin yang dirasa merugikan yaitu pemberlakuan sewa lahan pada sekitar kampus untuk kegiatan mahasiswa, baik untuk umum, organisasi intra maupun ekstra.

Hal ini tentunya menuai protes dari seluruh kalangan mahasiswa, pasalnya penggunaan fasilitas kampus seharusnya sudah menjadi setiap hak mahasiswa karena sejak awal telah dibebankan untuk membayar uang kuliah tunggal (ukt). Sementara ini, dari birokrasi belum menyampaikan komentarnya, namun harapan dari mahasiswa atas berlakunya SK tersebut dapat direvisi kembali. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak Rektorat terkait SK tersebut.

Baca selengkapnya: SK Rektor UIN Walisongo Nomor 680 Tahun 2021 Menuai Protes dari Kalangan Mahasiswa

2. Gelar Aksi Depan Rektorat, Mahasiswa Audiensi Dapatkan 4 Kesepakatan dari 8 Tuntutan
Sejumlah mahasiswa UIN Walisongo sempat menggelar aksi menyusul tidak adanya banding pengurangan UKT pada semester genap pada juli lalu. Mereka menuntut keringanan UKT dapat dilakukan setiap semesternya, mengingat kegiatan kampus yang saat itu masih berjalan secara Daring.

Aksi tersebut juga dilatar belakangi adanya surat pernyataan tidak banding UKT dalam salah satu surat yang wajib diisi oleh Mahasiswa Baru tahun 2021/2022. Akibat desakan dari mahasiswa tersebut, WR 2, WR 3, dan Kasubag Akademik, Bersama perwakilan mahasiswa melakukan negosiasi tertutup.

Aksi tersebut menghasilkan 4 kesepakatan yang diberikan oleh WR 3, WR 2, dan Kasubbag Akademik. 4 Kesepakatan tersebut diantaranya, Penggunaan dana muawanah untuk membantu mahasiswa; Penggunaan beasiswa UPZ; Pemberian angsuran UKT kepada mahasiswa dibuka kembali; Penghapusan surat pernyataan surat mahasiswa baru.

Walaupun begitu, masih banyak Mahasiswa yang masih keberatan dengan keputusan tersebut.

Baca selengkapnya: Gelar Aksi Depan Rektorat, Mahasiswa Audiensi Dapatkan 4 Kesepakatan dari 8 Tuntutan

3. Mahasiswa Transfer Luar Negeri Jurusan HKI Meraih Gelar Wisudawan Terbaik
Walaupun wisuda ke-79 digelar secara daring, mahasiswa transfer asal Thailand mendapat gelar wisudawan terbaik. Mahasiswa transfer jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) tersebut sebelumnya menempuh pendidikan D-3 di Pattani, Thailand, dan mendapat kesempatan untuk menempuh Pendidikan di UIN Walisongo Semarang.

Bukan tanpa halangan, mahasiswa yang akrab disapa Irfan ini merasa kesulitan dalam menyusun tugas akhirnya karena suasana Covid yang masih menegang di Indonesia. Ia tetap berusaha dengan tekat dan bantuan dari para dosen dan teman-temanya. Walaupun menuai banyak tantangan, namun dirinya bisa membuktikan bahwa dirinya bisa. Tak lupa dia juga memberikan beberapa tips menjadi wisudawan terbaik.

Baca selengkapnya: Mahasiswa Transfer Luar Negeri Jurusan HKI Meraih Gelar Wisudawan Terbaik [Ed/Red. M2/Ircham]

Baca juga:  Larangan Merokok Demi Wujudkan Program SDGs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here