Hebert Spencer: Sosiologi Evolusioner

0
34
Lisana Sidqin Alia
Kru LPM Justisia 2020 | + posts

Semarang, Justisia.com – Teori evolusi ini berhubungan dengan beberepa tokoh sosiologi, salah satunya Herbert Spencer. Spencer merupakan seorang pemikir teori klasik ternama dan seorang filsuf Inggris. Sebagian besar pemikiran Spencer tentang sosiologi dituangkan dalam buku karyanya sendiri. Buku tersebut terdiri dari beberapa jilid, seperti biologi, psikologi, sosiologi, dan pilosophy. Dalam buku tersebut memuat seluruh teori terkait evolusi universal, meliputi evolusi biologi, psikologi, sosial, dan etika. Karya tersebut sebagai pembuktian bahwa spencer penganut filsafat sintesis. Filsafat sintesis ialah filsafat yang menggabungkan beberapa ilmu pengetahuan.

Buku Principles of Sociology merupakan salah satu karya Herbert yang monumental untuk mendorong perkembangan sosiologi sebagai ilmu populer di masyarakat, terutama di Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Karya lain Soencer yang terkenal semasa hidupnya, yaitu Principles of Psychology (1855), Principles of Biology (1861 dan 1864), First Prinsiples (1862), dan The Study of Sociology (1873).

Berbeda dengan tokoh intelektual pada umumnya, Spencer ternyata memiliki watak menarik yang menjadi penyebab kerusakan intelektualnya yaitu keengganannya membaca buku maupun karya milik orang lain. Gagasan hingga ide yang miliki berasal dari intuisinya atau bahkan muncul tanpa sengaja. Gagasan itu muncul tanpa usaha yang keras sebab munculnya secara perlahan dan rendah hati tanpa disengaja. Ia hanya membaca karya milik orang lain sebagai upaya untuk menemukan pembenaran dari pendapatnya.

Hal itu membuahkan pengabaian Spencer terhadap ilmu pengetahuan sehingga ia membuat beberapa penyataan maupun gagasan kasar yang belum dibuktikan kebenarannya mengenai evolusi kehidupan manusia. Tidak sampai disini, sosiolog abad 20 menolak gagasan Spencer dan mengganti dengan suatu riset ilmiah dan empiris yang tekun.

Teori Evolusi
Spencer memperkenalkan ide barunya dengan gaya oendekatan yang berbeda sehingga dianggap bertentangan dengan pendekatan sebelumnya. Ide Spencer kala itu memang mengalami tantangan, kesadaran atas hal itu membuat nya melakukan rekonsiliasi antara ilmu pengetahuan dan agama yang dimuat dalam bukunya First Principle.

Disana menuangkan perbedaan antara dua fenomena. Dimana salah satu fenomena dapat diketahui sedangkan satunya fenomena yang tidak dapat diketahui. Fenomena yang dapat diketahui seperti pengalaman kenyataan dan manusia mudah menerima hal itu. Untuk fenomena yang tidak dapat diketahui berkaitan dengan hal-hal maupun gejala yang berada di bawah alam pengetahuan dan konsensi manusia.

Berawal dari kepercayaan absolut terhadap Tuhan diterima oleh manusia, maka kepercayaan itu termasuk dalam kategori fenimena yang tidak dapat diketahui bahkan tidak bisa dilihat. Spencer mencoba untuk berkompromi antara ilmu pemgetahuan dengan agama. Hal ini membuat Spencer murtad hingga berbahaya bagi kehidupan oleh rohaniawan agama konservatif.

Spencer memiliki kebiasaan dengan mengajukan pertanyaan dengan pertanyaan mengapa. Dari itu ia berusaha mencari sumber – sumber asli hingga menganalisa perkembangan yang beraneka ragam ide tersirat didalamnya. Hukum itu menjadi dasar untuk melihat benda yang ada dunia, termasuk benda inorganis, benda organis atau sosial yang disebut super organis.

Evolusi didefinisikan oleh Spencer sebagai rentetan perubahan kecil berlangsung secara perlahan karena sendirinya dan membutuhkan waktu yang lama. Spencer juga berpendapat bahwa pribadi masyarakat memiliki kedudukan yang dominan dan sebagai dasar dalam struktur masyarakat. Pernyataannya ini berbeda dengan Comte yang mengungkapkan kedudukan masyarakat lebih dominan daripada pribadi. Hal ini berakibat pada pandangan para ahli terhadap Spencer bahwa ia bersifat individualistik terkait adanya perkembangan evolusi jangka panjang pada masyarakat modern.

Spencer mengajukan empat pokok penting tentang sistem evolusi umum. Hal itu meliputi ketidakstabilan yang homogen, berkembangnya faktor yang berbeda -beda dalam rasio geometris, adanya kecenderungan terhadap bagian yang berbeda, serta adanya batas final dari semua proses evolusi didalam suatu keseimbangan akhir.

Selain itu, Spencer memandang sosiologi dalam teori evolusi termasuk bentuk yang kompleks. Evolusi ini bagian dari evolusisuperorganis yang semua proses dan produk tindakan dilakukan oleh individu masing masing. Dalam karyanya Spencer membagi pandangannya terhadao sosiologi menjadi tiga bagian. Pertama, faktor eksteinsik asli, seperti iklim. Kedua, faktor intrinsik asli, seperti rasa atau emosi manusia. Ketiga, faktor asal muasal, seperti pengetahuan dan hukum. [Ed/Red. Anas]

Baca juga:  Kiai Berpolitik, Antara Mewarnai dan Diwarnai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here