Eti Oktaviani: Kondisi demokrasi di Indonesia pada Situasi dan Kondisi Buruk

0
34
sumber foto: Kompas Regional
M. Lutfi Nanang Setiawan
Kru Magang 2020 | + posts

Semarang, Justisia.com – Melalui studium generale dalam rangka pembukaan Kalabahu ke-23 LBH Semarang pada Senin (26/07), Etik Okta selaku direktur LBH Semarang menyampaikan beberapa laporan terkait kondisi demokrasi di Indonesia.

“Kita mendengar indeks demokrasi turun dibanding tahun sebelumnya. Secara tingkat tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, tetapi secara skor berada di titik terbawah,” ujar Eti.

Ia juga menjelaskan, merujuk pada laporan Human Development Index (HDI), Indonesia pada tahun 2019 berada di ranking 85, tahun 2020 turun hampir 20 tingkat berada di 102. Kondisi demokrasi yang berada pada situasi dan kondisi buruk berdampak juga pada tingkat praktik korupsi.

“Di jateng sendiri, LBH mencatat sejak Januari 2020 – Juli 2021, ada 17 peristiwa yang bisa kami catat. Itu angka minimal, tentu ada peristiwa lain yang tidak bisa kami catat dan hitung,” imbuhnya.

Peristiwa tersebut adalah penyimpitan demokrasi, represifitas dan pembubaran aksi disertai respon represi dengan bentuk penangkapan sewenang kepada massa aksi, perusakan atribut aksi yang tidak pernah diprotes dan diproses, intimidasi kepada pengelola gedung saat mahasiswa melakukan konsolidasi, dan jurnalis ketika melakukan peliputan termasuk sasaran korban untuk suruh menghapus dokumentasi secara paksa.

“Hal tersebut timbul karena buruknya aturan hukum dan ruang demokrasi semakin menyusut. Melalui gerakan terkoneksi dan terkonsolidasi, mari kita rebut dan klaim kembali ruang-ruang demokrasi,” tegasnya.

Eti juga mengatakan, bahwa pandemi Covid-19 menjadi salah satu ruang yang kerap digunakan pemerintah melakukan pembatasan dan kekerasan, baik secara verbal atau fisik. Pandemi Covid-19 juga lama berada di Indonesia karena penanganan dari pemerintah belum maksimal. [Red. Musyaffa]

Baca juga:  Kesadaran Hukum dan Politik Harus Dibangun Bersama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here