Bekerjasama dengan NASA dan CSSMoRA, HMJ Ilmu Falak Adakan InOMN

Bekerjasama dengan NASA dan CSSMoRA, HMJ Ilmu Falak Adakan InOMN
Moh. Rizki Dunggio
Kru Magang Justisia 2021 | + posts
Zusnia Galuh Wati
Kru Magang Justisia 2021 | + posts

Semarang, Justisia.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak bersama dengan Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) adakan observasi bulan internasional pada, Sabtu (16/10/2021).

Acara ini dilakukan secara blended melalui online dan offline. Untuk acara offline yang semula direncanakan bertempat di Planetarium UIN Walisongo (Kampus 3), namun pihak universitas tidak memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan malam hari di sekitar kampus.

Sehingga acara offline dilaksanakan pada dua tempat yang berbeda, yaitu di Ponpes YPMI Al-Firdaus, Semarang dan Ponpes Lifeskill Daarun Najah. Sedangkan untuk acara online sendiri dilakukan melalui Google Meet.

Muammar Hamdani, selaku pemateri yang mengisi di Ponpes Lifeskill Daarun Najah memberikan pengertian singkat tentang acara InOMN ini.

“InOMN merupakan singkatan dari International Observe The Moon Night. Kalau dari namanya kita sudah bisa mengetahui acara ini merupakan acara yang dilakukan secara internasional untuk mengamati bulan,” ucap Muammar.

Muammar juga menjelaskan acara ini dilakukan bersama-sama di dunia untuk mengamati, melihat, mempelajari tentang bulan. Santri Lifeskill tersebut menegaskan bahwa InOMN biasa dilakukan setiap tahun antara september sampai oktober dan pertama kali dilaksanakan pada tanggal 1 agustus 2009 untuk menyambut Lunar Reconnaissance Orbiter dan LCROSS yang sampai di bulan.

“Bertepatan dengan itu, acara yang namanya we are at the moon (kita berada di bulan) untuk menyambut mereka yang ada di bulan dan sekalian InOMN,” jelasnya.

Dalam acara yang sama, Muhammad Khanif berkesempatan mengisi materi di Ponpes YPMI Al-Firdaus sebagai tempat kedua dilaksanakannya InOMN. “Hal ini penting untuk kita mengenal bulan, bahkan bulan disebutkan didalam Al-Qur’an sebanyak 27 kali,” Jelas Dosen FSH tersebut.

Ia juga menegaskan peran bulan sebagai satelit alami bumi, dimana keberadaanya sebagai patokan tanggal yang paling mudah serta sebagai penyeimbang sistem iklim di bumi.

Selain itu ia juga memaparkan bagaimana bentuk, jarak dan apa saja yang ada di bulan. Serta beberapa penjelasan tentang manusia – manusia yang telah mendarat di bulan.

Dalam acara ini para peserta juga diberikan pengajaran bagaimana cara merangkai serta menggunakan teleskop yang dipandu oleh Fajri Zain, salah satu panitia dari InOMN. Tapi sangat disayangkan karena peserta tidak dapat mengamati bulan dikarenakan kendala cuaca mendung malam itu. [Red/M2]

Baca juga:  UKT (Uang Kuliah Trending)?: Kritik dari Nurani Bukan Asal Emosi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here