Bahas Reformasi, DEMA UIN Walisongo Gelar Webinar

0
24
Rakyat Biasa
Aksi di Semarang (Oktober 2020)
Anastya Mawar Dini
Kru Magang 2020 | + posts

Semarang, Justisia.com – Bahas reformasi, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo Semarang menggelar webinar pada hari Jumat (21/5/21) melalui platform Zoom.

Webinar tersebut mengusung tema “Pasca Reformasi Hilangnya 6 Tuntutan dan Kembalinya Orde Baru dalam Rezim Jokowi”.

Acara ini dimulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB dan diikuti secara umum dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga institusi terkait yang memiliki sinkronisasi terhadap pembahasan tersebut.

Webinar yang dimoderatori oleh mahasiswa program studi Ilmu Gizi UIN Walisongo, Ihda Hanifatun Nisa itu juga menghadirkan beberapa narasumber yakni Presiden Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Anwar Sastro Ma’ruf dan Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur.

Pada penyampaian materi, Anwar menjelaskan mengenai tujuan mempelajari motif perubahan kekuasaan di lembaga negara.

“Mempelajari motif-motif perubahan kekuasaan di lembaga negara itu perlu untuk mengetahui apa tujuan dari sebuah reformasi tersebut,” jelas Anwar, yang bertindak sebagai narasumber pertama.

Sedangkan Isnur sebagai pembicara kedua menyampaikan mengenai 6 tuntutan reformasi yaitu pengadilan terhadap Soeharto dan kroninya, Amandemen UUD 1945, pemberian otonomi daerah seluas-luasnya, menghapus dwifungsi ABRI dan POLRI, mengapuskan KKN, dan menegakkan supremasi hukum.

Selain itu, ia juga menerangkan mengenai 4 indikator yang menyebabkan perilaku otoriter.

“Ada 4 indikator yang menyebabkan munculnya perilaku otoriter, yaitu penolakan atau komitmen lemah atas aturan main demokratis, menyangkal legitimasi lawan politik, pendiaman atau anjuran kekerasan, dan kesediaan membatasi kebebasan sipil lawan termasuk media,” ungkapnya.

Di akhir acara Isnur menambahkan bahwa peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk terus mengawal reformasi.

“Semua harus punya peran dalam mengawal reformasi, tapi kita kembalikan kepada diri kita sendiri mau atau tidak untuk turut terlibat, karena setiap generasi pasti punya tantangannya tersendiri,” tutur Alumnus UIN Jakarta tersebut. [Red. FZ]

Baca juga:  P3S Gelar Webinar Soal Jabatan Presiden 3 Periode

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here