Antusiasme Malam Isra’ Mi’raj Santri

0
51
Ihwal Isra Mi'raj; Realitas Konstruktivisme Islam
Ilustrasi Isra' Mi'raj, sumber: kumparan.com
Naila Salsabila
Kru Magang 2020 | + posts

Semarang, Justisia.com – Pada malam hari, rabu, (10/03/2021) disebuah bangunan yang dikelilingi oleh pabrik, tepatnya di Pondok Pesantren Putri Al-Hikmah Tugurejo Tugu Semarang.

Memperingati malam isra’ mi’raj, yaitu malam dimana Nabi Muhammad SAW melaksanakan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsa. Dan dilanjut dari Masjidil Aqsa sampai sidrotul muntaha atau langit ke tujuh.

Malam isra’ mi’raj ini dilaksanakan satu tahun sekali setiap hari ke-27 dari bulan ke-7 (Rajab) kalender hijriah. Dengan tujuan untuk peringatan perjalanan spiritual yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu hanya satu malam.

Banyak kejadian di malam tersebut, salah satunya peristiwa penting bagi umat islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan ibadah sholat lima waktu sehari semalam. Pada awalnya ibadah sholat akan dilaksanakan 50 kali dalam sehari. Kemudian Nabi Muhammad SAW naik ke sidrotul muntaha atau langit ke tujuh untuk meminta keringanan kepada Allah SWT. Sehingga Allah SWT menerima permintaan tersebut, sungguh Allah maha baik lagi maha pengasih.

Menjelang adzan maghrib dikumandangkan, semua santri putri Al-Hikmah berlomba-lomba untuk mengambil wudhu untuk melakukan shalat jamaah maghrib di aula. Pembacaan asmaul husna setiap setelah wiridan selesai masih terdengar jelas dari lorong-lorong kamar.

Dengan pakaian khas santri, yaitu baju putih, kerudung putih, serta sarung hijau yang bercorak logo tercinta yaitu Al-Hikmah. Dengan tangan yang membawa kitab simtudduror yang ditulis oleh Al Habib Al Imam Al Allamah Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi.

Bau wangi-wangian yang semerbak harum berbagai macam menjadi satu. Mata yang diberi celak hitam. Itulah kesunahan yang dilakukan oleh santri pada malam 27 Rajab ini.

Wajah yang berseri-seri semu bahagia semua santri menuruni anak tangga untuk menuju aula yang sudah disiapkan untuk memperingati isra’ mi’raj.

Dimulai pukul19.00 WIB, pembacaan sholawat simtudduror yakni sebuah kitab yang berisi kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW beserta akhlak, sifat dan riwayat hidupnya dilafalkan oleh semua santri dan suara rebana An-Nahdoh yang memenuhi ruangan bernuansa hijau. Selesai pembacaan simtudduror yaitu istirahat serta pembagian bingkisan yang sudah disiapkan oleh segenap jajaran kepengurusan. Dilanjut dengan tausiyah tentang isra’ mi’raj yang dibawakan oleh salah satu santri Pondok Pesantren Putri Al-Hikmah beserta doa penutup. [Red. Musyaffa’]

Baca juga:  Status Mahasiswa Aktif Sebabkan Wisuda di Hari Aktif Kuliah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here