Aliansi GERAM Gelar Aksi pada Hari Buruh Internasional

0
58
Aliansi GERAM Gelar Aksi pada Hari Buruh Internasional
Foto massa aksi Aliansi GERAM yang berkumpul di depan kampus 3 UIN Walisongo Semarang sebelum melakukan konvoi di Jalan Pantura. sumber: Sadad Aldiasyah
Ircham Mudzakir
Kru Magang 2020 | + posts

Semarang, Justisia.com – Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), menggelar aksi untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Aksi tersebut mengangkat tema “Jateng Melawan Penindasan, Wujudkan Kesejahteraan dan Demokrasi Kerakyatan”.

Masa pada aksi ini dipenuhi oleh para mahasiswa dan para kaum buruh yang tergabung dalam organisasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Masa aksi mendesak, agar pemerintah memenuhi 12 poin tuntutan Gerakan Rakyat Melawan.

Isi dari 12 poin tuntutan tersebut adalah;

1. Cabut UU Cipta kerja dan PP turunannya,

2. Tolak kriminalisasi aktivis dan hentikan tindakan represifitas kepada masyarakat,

3. Tolak PHK, lindungi jaminan atas bekerja dan tolak outsorsing,

4. Penuhi hak buruh dan jamin kesejahteraan serta keselamatan buruh,

5. Sahkan RUU PKS, RUU PPRT dan masyarakat adat,

6. Cabut UU Minerba, hentikan ekspansi industri dan perbaiki kerusakan ruang hidup,

7. Tolak komersialisasi, privatiasi dan liberalisasi pendidikan,

8. Sejahterahkan petani dan buruh tani Indonesia,

9. Menolak PSN : Hentikam pengrusakan dan perampasan ruang hidup,

10. Revisi UU ITE dan UU anti demokrasi lainnya,

11. Keluarkan Perpu KPK dan usut tuntas kasus korupsi di Indonesia,

12. Tuntaskan seluruh kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

Seluruh masa berkumpul untuk menyiapkan aksi di depan kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada jam 09.00 wib. Kemudian para masa aksi mulai bergerak menuju jalan pantura sebagai panggung utama orasi pada aksi ini.

Koordinator aksi, Aliansi GERAM Menggelar Aksi pada Hari Buruh Internasional menyatakan masanya tidak akan pernah berbuat anarkis kecuali, jika polisi melakukan tindakan represif terhadap salahsatu masa aksi.

“Kami tidak akan pernah anarkis jika bapak-bapak polisi ini tidak bertindak represif kepada kami,” ungkapnya.

Salah seorang koordinator pada aksi ini mengingatkan kepada seluruh masa aksi untuk saling menjaga teman-temanya dan diminta untuk melapor jika ada penyusup yang ada dalam kerumunan masa aksi.

Hal ini dilakukan, mengingat pada aksi sebelumnya masa aksi cenderung disalahkan karena sikap anarkis yang sebenarnya mereka sendiri juga tidak menginginkanya.

“Saling menjaga, tetap waspada,” pesanya. [Red. Pepi]

Baca juga:  Islam Nusantara, Paduan Budaya Lokal dan Ajaran Universal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here