WR III : “Pengumuman dan Pencairan Dana Muawanah Tak Sampai Seminggu Lagi”

0
265
Wakil Rektor III UIN Walisongo, Dr. Ahmad Arif Budiman / Kredit foto: SigiJateng.id

Semarang, Justisia.com – Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Arif Budiman menegaskan, pengumuman dan pencairan dana Muawanah tak sampai seminggu lagi. Hal ini diungkapnya dalam wawancara dengan Justisia.com via panggilan WhatsApp, Rabu (02/09/2020).

“Tidak sampai seminggu, insyaallah sudah selesai (proses pencairan dana Muawanah), katanya.

Bedasarkan kebijakan Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq, salah satu dukungan yang diberikan oleh kampus selama masa pandemi adalah pemberian dana muawanah senilai satu milyar rupiah.

Dana Muawanah yang berasal dari mahasiswa dan untuk mahasiswa ini, mulanya akan dibagikan ke seribu mahasiswa dengan nominal satu juta per orang. Guna menyiasati agar penerima bisa lebih banyak, Arif Budiman mengusulkan nominal dana Muawanah yang mulanya satu juta rupiah menjadi lima ratus ribu rupiah sehingga kuota bisa bertambah.

“Alokasi dana muawanah satu milyar, sebenarnya per mahasiswa itu satu juta, tapi supaya yang menerima banyak orang, saya minta untuk dibagi lima ratus ribu per orang bukan satu juta. Jadi kuota penerima yang tadinya hanya 1000 orang bisa jadi dua kali lipat,” paparnya.

Baca juga:  HMJ Hukum Keluarga Islam Gelar Pelatihan Sidang Semu

Menanggapi isu yang berkembang di kalangan mahasiswa bahwa lambatnya proses pencairan dana Muawanah karena belum terpenuhinya kuota pendaftaran, Kru Justisia mengubungi DEMA UIN Walisongo Semarang sebagai pihak yang berwenang dalam pengawalan Dana Muawanah.

Presiden DEMA-U, Rubait Burhan Hudaya, menuturkan, bahwa keterlambatan yang terjadi disebabkan oleh proses administrasi yang banyak.

“Proses administrasinya banyak. Selain itu juga ada keterlambatan pengumpulan (data pendaftar),” ungkap Rubait melalui aplikasi berbalas pesan WhatsApp.

Sedangkan perihal kuota yang belum terpenuhi, pria yang akrab disapa Robet ini mengungkapkan, uang yang tersisa dari dana Muawanah akan kembali ke kas dana Muawanah.

“Jumlah pendaftar dana muawanah kurang lebih 1500-an mahasiswa. uang sisa nanti masuk lagi menjadi dana muawanah, ungkapnya.

Setelah dikonfirmasi pada birokrasi kampus, Wakil Rektor 3, Arif Budiman membenarkan bahwa keterlambatan proses pencarian dana muawanah disebabkan proses administrasi yang banyak dan memakan waktu. Keterlambatan tidak terkait dengan kuota pendaftar.

“Data dari DEMA-U sudah dikirim ke saya, kemudian data tersebut diolah oleh Kemahasiswaan untuk diserahkan ke Rektor dalam bentuk surat, siapa saja mahasiswa yang akan diberikan dana muawanah”.

Baca juga:  Penindaklanjutan Atlet Orsenik belum Jelas

“Ternyata daftar rekening mahasiswa macam-macam, walaupun itu semua bank yang bekerja sama dengan UIN Walisongo, harus dikelompokkan dulu berdasarkan banknya. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam input data dan transfer,” lanjutnya.

Arif Budiman juga membenarkan bahwa uang yang tersisa dari kuota yang belum terpenuhi nantinya akan kembali ke kas Muawanah.

“Ada 1700 mahasiswa (yang mengajukan dan disetujui) tidak apa-apa walau tidak memenuhi kuota, nanti (uangnya) kembali ke kas Muawanah,” ungkapnya.

Keputusan mencukupkan kuota pendaftar pada angka 1700 orang dan mengembalikan uang yang tersisa ke kas muwanah ini, menurut Arif Budiman, dilakukan sebagai upaya menjaga deposit kas muawanah tetap aman.

“Saya kemarin bertanya pada bagian keuangan, berapa deposit Muawanah? Ternyata satu milyar dua puluh lima juta, jika diambil satu milyar kan hanya sisa dua puluh lima juta. Ini dalam manajemen keuangan tidak aman, sehingga (sisa uang) kembali kas Muawanah”.

Di akhir wawancara, Arif Budiman menegaskan bahwa proses dan informasi dana Muawanah dilakukan secara transparan.

Baca juga:  PP Al-Marufiyah Sambut Hari Santri dengan Kirab

“Proses dan informasi dana Muawanah transparan, SEMA dan DEMA bisa mengakses,” pungkasnya.

Reporter: Fia Maulidia
Penulis: Fia Maulidia
Editor: Sidik Pramono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here