Wadah Aspirasi, DEMA FSH Gelar Dialog Ramah

0
150

justisia.com-Pandemi covid-19 yang menjalar ke seluruh dunia mengakibatkan banyak kerugian. Melansir dari covid19.go.id di Indonesia sendiri sudah 15.140 kasus yang terdeteksi di mana sekitar 2.197 orang berhasil sembuh.

Merebaknya pandemi ini mengganggu banyak sektor dalam kehidupan sosial, salah satunya adalah sektor pendidikan. Di dalam dunia perkuliahan sendiri sisitem perkuliahan di semua kampus di Indonesia menerapkan sistem kuliah daring.

Namun, sistem kuliah seperti juga menimbulkan berbagai permasalahan baru, seperti jaringan internet yang tidak stabil apalagi bagi mahasiswa yang tinggal di pelosok. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sulit untuk mendapaktan paket internet karena kondisi perkonomiannya yang juga terhambat karena pandemi ini.

Atas dasar permasalahan yang dirasakan para mahasiswa tersebut, DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo mengadakan Dialog Ramah di Bulan Ramadhan dengan mengangkat tema “Dialog Bersama Dekanat Fakultas Mengenai Kebijakan Kampus di tengah Wabah COVID-19” yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (06/05/2020) pukul 21.00 WIB melalui salah satu aplikasi video confrence.

Dialog ini akan dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum dengan Bapak Mohammad Arja Imroni selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum dan Bapak Ahmad Izzudin selaku Wakil Dekan 3 Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo.

Menurut Azmi Ali, ketua DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum yang dihubungi oleh tim Justisia melalui aplikasi bertukar pesan WhatsApp, ada beberapa topik yang akan dibahas intens dalam diskusi ini, di antaranya adalah :
1. Sistem perkuliahan yang sampai saat ini kurang efektif .
2. Meminta sikap fakultas terhadap dan juga lebih luasnya mengenai Seputar peran kampus & fakultas disaat pandemi.
3. Kebijakan-kebijakan apa saja yg dikeluarkan fakultas & kampus untuk menyikapi pandemi dalam menjalankan perkuliahan.

Azmi berharap dengan diadakannya diskusi ini diperoleh solusi dengan saling menyatukan pemikiran agar menjadi suatu pemahaman atas permasalahan yang sedang terjadi.

Baca juga:  Dede Mulyanto: Indonesia Tanpa Marxisme, Nyaman atau Tidak?

Penulis: Fajri
Editor: Harli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here