Ujian TOEFL dan IMKA Akan Dilakukan Secara Daring Kembali

0
186
Ujian TOEFL dan IMKA Akan Dilakukan Secara Daring Kembali
Gedung Pusat Pengembangan Bahasa UIN Walisongo Semarang / Kredit foto: LPM Invest
Riza Pahlevi

Semarang, Justisia.com – Ujian TOEFL dan IMKA akan dilakukan secara daring lagi, pada ujian yang akan digelar esok tanggal 23, 24, dan 25 November 2020.

“Yang semula offline dialihkan menjadi online,” tulis pengumuman dalam tangkapan layar yang dibagikan di grup-grup Tugas Akhir jurusan, Sabtu (21/11/2020) petang.

“Bagi peserta yang terdaftar pada jadwal tersebut dimohon untuk bergabung ke grup WA dengan menghubungi call center PPB,” lanjut isi pengumuman.

Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo, Alis Asikin.

“Kita memang dalam rangka untuk […] ke sana (pelaksanaan ujian berbasis daring, baca),” ujar Alis Asikin saat dihubungi via Whatsapp, Sabtu (21/11/2020) petang.

“Kita mencoba [ujian daring] untuk slot [ujian] yang terakhir pada bulan ini. Kita coba […] dengan format yang baru,” imbuhnya.

Alis menyebut, pelaksanaan ujian TOEFL serta IMKA pada akhir November esok adalah langkah awal, sekaligus evaluasi dari PPB kedepan akan melaksanakan ujian secara daring, atau bahkan cukup dilakukan secara tatap muka saja.

Baca juga:  SEMA UIN Walisongo, Adakan FGD Persiapan Pilkada 2018

Ia mengatakan bahwa kedepan, terdapat kemungkinan ujian TOEFL dan IMKA akan digelar dengan dua cara, yakni daring dan tatap muka. “Hasrat kami, dalam pelayanan [ujian] memang dua jalur yang ingin kita lakukan [daring dan tatap muka]. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan,” tuturnya.

“Kita berharap kondisinya makin membaik, jadi dua pelayanan boleh jadi kita lakukan sekaligus, tentunya dengan kelemahan dan kekurangan yang ada”.

“Tapi […] memang segala sesuatu perlu dilakukan dan juga dimulai, ya saya kira kita memulai pelayanan [ujian] yang online seperti ini. Mudah mudahan juga ini menjadi bagian yang dirasakan lebih baik,” tambah Alis.

Terkait sistematika pelaksanaan ujian secara daring esok, Alis menuturkan informasi tersebut tidak untuk konsumsi umum. Melainkan hanya para mahasiswa yang terdaftar dalam pelaksanaan ujian yang akan diberikan informasi.

“Nanti akan dilakukan model simulasi (ujian) terlebih dahulu. Insyaallah semuanya sudah kami siapkan karena beberapa waktu yang lalu kita juga sudah pernah melakukan, dan kekurangan-kekurangan sudah kita coba perbaiki,” ujar Alis.

Baca juga:  Energi Terbarukan, Warga Candi Promasan

Terkait kemungkinan terjadinya tindakan kecurangan yang dilakukan peserta ujian, Alis menyebut pihaknya sudah mempersiapkan perangkat untuk memantau aktivitas peserta ujian. “Ada dua gadget untuk memantau aktivitas peserta,” ujar Alis.

Jika pelaksanaan ujian daring tersebut berjalan dengan baik, lanjut Alis, maka bisa memperkecil angka antrean. “Misalkan hal ini sudah menjadi tren bagi kita, saya kira melayani tes tidak hanya 100 [per hari], boleh jadi sekali pelayanan yang tes bisa 300 peserta,” tukas Alis mencontohkan. [Red. Afif]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here