Trending Tagar #uinwalisongomelawan, Rektor UIN Walisongo Sebut Itu Akun Buzzer

0
1710

justisia.com-Aliansi mahasiswa UIN Walisongo Melawan tidak hanya menggelar aksi turun ke jalan, mereka juga turut menggelar aksi via daring dengan meramaikan tagar #uinwalisongomelawan yang sempat menjadi trending pada Rabu malam (18/06).

Menanggapi hal tersebut, rektor UIN Walisongo menyatakan bahwa itu adalah ulah akun buzzer.

“Yang ada di Twitter itu adalah akun-akun buzzer, dan orang tertentu. Itu bukan twit asli. Jadi tidak ada masalah mau viral atau trending di Twitter,” ujar Imam Taufiq saat audiensi bersama perwakilan aliansi mahasiswa, Kamis (18/06).

Salah satu akun yang menggunakan tagar #uinwalisongomelawan adalah @kenalinnaya. Dia menyebut kampusnya sedang bising karena mahasiswanya meminta keringanan UKT.

“Kampusku sedang bising karena permintaan kami selaku mahasiswanya. Walau kami tdk apakah akan digubris atau tidak, dilirik atau tidak keringanan UKT bagi kami dan orangtua. Kampus kalian bagaimana keadaannya?,” kicau @kenalinnaya.

Hal berbeda disampaikan oleh pengguna akun @Arinisetyanaaa. Dia merasa keberatan akibat kuota internet yang ia beli sendiri.

“Pie pakk. Porak mesake mahasiswamu. Iseh tuku kuota kon bayar. Full sisan. Rumangsamu duit gari ngeruk po pie pak?,” cuit @Arinisetyanaaa.

Baca juga:  Imam Taufiq: Fikih Prasmanan Adalah Respon Kritis Persoalan Milenial

Hal berbeda dikatakan oleh Rubait selaku Dema-U. Menurutnya gerakan tagar yang trending di twitter adalah murni atas dasar keresahan mahasiswa.

“Jika pak rektor mengatakan gerakan tagar dilakukan oleh para buzzer itu jelas tidak berdasar sama sekali. Itu murni sebagai bentuk keresahan mahasiswa. Silahkan dicek sendiri kalau mau,” ungkapnya ketika ditemui reporter Justisia.

Aksi naikkan tagar #uinwalisongomelawan timbul akibat keresahan mahasiswa terhadap pembayaran UKT selama pandemi corona ini.

Penulis: Rusda
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here