Titik Terang Dana Muawanah

0
169

Semarang, justisia.com-Salah seorang mahasiswa Ilmu Falak, Wilda Luthfia Irfania, dapat bernafas lega. Pasalnya diriny2a telah menerima pengumuman yang dikeluarkan pihak universitas soal Dana Muawanah pada Senin, 14 September 2020.

Kelegaan perempuan yang akrab disapa Wilda ini bertambah ketika namanya tercantum dalam pengumuman tersebut.


“Ditakoke Ibuku terus, dari aku pribadi sangat mengharapkan ndang cair,” ungkapnya melalui aplikasi berbalas pesan WhatsApp pada saat menanti kejelasan Dana Muawanah (9/9/2020).

Walaupun hanya pengumuman, Wilda mengaku sangat lega. Penantian panjangnya sejak tanggal 12 Agustus 2020 lalu setidaknya menemui sedikit kepastian.

“Alhamdulillah sudah ada pengumuman tapi masih kurang jelas kapan uangnya cair, setidaknya sudah selangkah lebih maju,” ujarnya.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Kru Justisia dengan Wakil Rektor 3, Arif Budiman, melalui panggilan WhatsApp 11 September lalu, pencairan Dana Muawanah memerlukan waktu tambahan setelah memberikan keterangan bahwa pengumuman dan pencarian dana muawanah tidak sampai seminggu, sebagaimana tulisan yang diunggah di justisia.com pada (3/9/2020).

Keputusan penambahan hari guna pencairan Dana Muawanah ini, telah disepakati oleh pihak organisasi mahasiswa macam Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) dan SEMA-F pada saat penutupan PBAK Kamis, (10/09/2020).

Baca juga:  Ninik: Tidak Ada Rencana Lulus Usia Muda

“Pada saat penutupan PBAK kemairn, SEMA-U dan SEMA-F sebagai lembaga yang melakukan monitoring PBAK dan aspirasi lain (seperti Dana Muawanah), telah sepakat jika pencairan masih butuh perpanjangan beberapa hari lagi,” paparnya.

Menurut Arif Budiman, ada dua kegelisahan mahasiswa pendaftar dana Muawanah. Yang pertama, apakah dia masuk verifikasi dan yang kedua adalah kapan Dana Muawanah cair.

Guna menjawab kegelisahan yang terjadi pada mahasiswa, pihaknya sepakat untuk memberikan pengumuman terlebih dahulu melalui SK Rektor yang berisikan daftar nama yang lolos verifikasi Dana Muawanah.

Bagi WR 3, dirilisnya SK Rektor tersebut merupakan payung hukum yang jelas dalam hal pencairan Dana Muawanah.

“Kita tayangkan dulu siapa yang lolos verifikasi, yang sudah ditandatangani Rektor. Ini merupakan payung hukum yang jelas dalam persoalan dana muawanah. Jadi, ketika pencairan dana muawanah nantinya sudah ada payung hukum yang menaunginya,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada pendaftar yang tidak lolos verifikasi, Arif Budiman mengaku seleksi ada di tingkat Fakultas.

“Saya dan tim kemahasiswaan memantau dan mengawal di level SEMA. Seleksi di tingkat DEMA, asalnya dari fakultas, lalu ke universitas. Jika sudah di tangan kami, semua data pendaftar kami anggap lolos. Mungkin bukan tidak lolos, tapi ada kerancuan dalam datanya seperti nama atau nomor rekening yang double/tidak terlacak, sehingga memerlukan proses verifikasi lebih lanjut,” terangnya.

Baca juga:  Perlindungan Data Pribadi Belum Maksimal, HMJ HPI Gelar Seminar Nasional

Menanggapi pertanyaan yang paling banyak diajukan mahasiswa terkait kapan dana Muawanah akan cair, Arif Budiman tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

“Yang jelas SK Rektor (berisikan nama-nama yang lolos verifikasi) sudah ditandatangani,” tegasnya.

Menurut Arif Budiman, molornya pencairan Dana Muawanah ini, terjadi karena harapan dan kenyataan di lapangan sering kali berbeda.

“Ternyata yang diinginkan dengan fakta di lapangan berbeda. Banyak rekening yang ketika disetorkan, daftar namanya campur aduk. Lalu dari keuangan melakukan verifikasi lagi,” terangnya.

“Ada nama double termasuk nomor rekening, atau ketika dilacak tidak menunjukkan nama Mahasiswa terkait. Ini harus hati-hati sebab salah satu digit angka saja nanti akan masuk ke rekening orang lain,” lanjutnya.

Mengatasi kerancuan data ini, keterangan yang diperoleh Justisia dari Arif Budiman, pada saat ini, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan telah memisahkan antara data bermasalah dan tidak.

Nantinya, akan dicairkan yang sudah clear terlebih dahulu. Sama halnya ketika ada dua nama pendaftar yang sama, akan dicairkan salah satu terlebih dahulu sembari melakukan verifikasi lanjutan, pungkasnya.

Baca juga:  Mahasiswa FSH UIN Walisongo Sabet Juara II Essay Pekan Raya Hukum se Jateng-DIY

Reporter: Fia
Penulis: Fia
Editor: Sidik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here