Tim Mahasiswa UIN Walisongo Sabet Juara di Kancah Internasional

0
837
Tim Mahasiswa UIN Sabet Juara di Kancah Internasional
Anggota tim Inovator Muda UIN Walisongo yang meraih juara di kancah Internasional
Ahmad Farid
Wakil ketua DEMA FST

Semarang, Justisia.com – Tim Inovator Muda UIN Walisongo Semarang berhasil menorehkan prestasi di tingkat Internasional. Untuk kali pertama mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengikuti even Indonesia Inventors Day 2020 dan berhasil menyabet medali perak di kategori World Invention and Technology Expo (WINTEX).

Acara tersebut berlangsung pada 27-29 November 2020 di Jakarta, Indonesia secara online karena pandemi covid-19 yang tak kunjung usai.

Prestasi tersebut didapatkan oleh tim UIN Walisongo Semarang setelah berhasil mengembangkan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) berupa aplikasi pendeteksi dini penyakit kusta.

Inisiator aplikasi yang diberi nama Periksa.in adalah A. Farid Rohmatulloh, mahasiswa Pendidikan Biologi; Agung Dwi Saputro, mahasiswa Fisika; Agus Suprapto, mahasiswa Pendidikan B. Inggris, dan Afrizal Dwi Ananto, mahasiswa Biologi.

“Ide penciptaan aplikasi ini muncul atas keprihatinan kami pada Indonesia yang menjadi penyumbang penderita kusta terbanyak ketiga di dunia,” tutur Farid Rohmatulloh.

Baca juga:  Biaya Living Cost KKN Reguler 73 Beratkan Mahasiswa

Acara Indonesia Inventors Day 2020 diadakan sebagai ajang bertemunya para inventor dari berbagai belahan dunia untuk berbagi informasi dan mempresentasikan inovasi yang telah dikembangkan.

Pada tahun ini tidak kurang dari 2.200 peserta, 345 tim, dan 15 negara di dunia terlibat dalam acara tersebut.

Negara yang turut serta dalam kegiatan tersebut antara lain adalah Malaysia, Thailand, Fhilipina, Polandia, Vietnam, Jordania, Taiwan, Sri Lanka, Macao, Hongkong, Ukraina, Turki, Swedia, Amerika, dan Indonesia.

Inovasi Aplikasi Periksa.in

Ketua tim pengembang, A. Farid Rohmatulloh mengatakan, pengembangan aplikasi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk pendeteksi dini penyakit kusta.

“Aplikasi Periksa.in ini dibuat dengan memanfaatkan machine learning yang akan mengola dan mencocokan gambar/foto dari bagian kulit yang terindikasi penyakit kusta dengan gambar/foto kusta yang asli.” tuturnya.

Mahasiswa semester 7 tersebut menambakan, pencocokan yang dilakukan oleh sistem machine learning tersebut dilakukan dengan teknik image clasification.

“Artinya gambar yang diolah oleh machine learning di indentifikasi kesamaan dengan gambar latih yang telah dimasukan ke sistem,” paparnya.

Baca juga:  Tidak Ada Buku PBAK untuk Mahasiswa Baru 2018

Menurutnya, aplikasi tersebut dinilai lebih praktis karena dapat digunakan di dalam gawai dan akan mempermudah semua orang untuk deteksi dini penyakit kusta.

“Inovasi aplikasi kesehatan ini diharapkan bisa berkontribusi dalam upaya menurunkan angka penyakit kusta,” harap mahasiswa angkatan 2017 tersebut.

Farid yang mewakili rekan timnya berharap agar pihak kampus dapat menghargai dan memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa. (Red. Sidik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here