Taslim Syahlan : “Siapapun Tidak Boleh Merepresi Perayaan Agama”

0
223
Perayaan Asyura yang dihelat oleh Yayasan Nuruts-Tsaqolain Semarang, Sabtu (24/10/2020) bertepatan dengan 10 Muharram 1442 H. / Kredit foto: Fia Maulidia-Justisia
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, Taslim Syahlan menegaskan, bahwa siapapun tidak boleh merepresi perayaan keagamaan.

“Siapapun tidak boleh merepresi perayaan agama yang itu diperbolehkan untuk diekspresikan semua warga negara,” ungkap Taslim pada sambutannya dalam Perayaan Asyura yang dihelat oleh Yayasan Nuruts-Tsaqolain Semarang, Sabtu (24/10/2020) bertepatan dengan 10 Muharram 1442 H.

“Mari kita bersama-sama menjadi perekat dan jangan sampai menjadi penyekat di antara kita. Kita ini sejatinya saudara, dan mari bersama menguatkan ukhuwah kita baik ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathoniyyah,” lanjutnya.

Turut hadir pula Sayyid Thoha Musawa, sebagai pengisi tausiyah dalam perayaan tersebut. Menurutnya, tragedi Karbala yang terjadi pada 10 Muharram itu mengandung pengajaran, bahwa kita tidak dapat menginjak hak orang lain dengan mengatasnamakan agama.

“Siapapun yang berusaha memaksakan kehendaknya, menekan ekspresi keberagamaan manusia merdeka dan bertindak semena-mena bukanlah ajaran serta jauh dari agama yang di bawa Nabi Muhammad SAW yang mulia.”

Lebih lanjut, Sayyid Thoha Musawa menjelaskan bahwa keberagaman merupakan sunnatullah yang tidak dapat dihindari, akan tetapi kita tidak boleh mengintervensi dan memaksa manusia merdeka untuk mengikuti kehendak orang lain.

“Masing-masing kita tidak boleh diintervensi dalam mengekspresikan ekspresi keagamaan,” tutur Sayyid Thoha.

Setelah Tausiyah, acara dilanjutkan dengan Maqtal yang dipimpin oleh Sayyid M. Ridho Assegaf. Para jamaah larut dalam kesedihan saat menghayati pembacaan maqtal dan tenggelam dalam tangis yang begitu khusyuk.

Dipimpin oleh Sayyid Alwi Assegaf, acara dilanjutkan dengan pembacaan Syair. Kemudian doa dan ziarah yang dipimpin oeh Sayyid Lutfi Al-Idrus dan diakhiri dengan makan bersama oleh semua jamaah.

Perayaan Asyura di tengah keadaan Pandemi Covid-19 ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti mengharuskan mencuci tangan bagi para jamaah, memakai masker, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Acara tersebut dilakukan secara online yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Alhurr TV dan dilaksanakan secara offline dengan dihadiri oleh sekitar 50 jamaah.

Selain dihadiri oleh Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah, turut hadir Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (PELITA), Humanity First Indonesia, Perguruan Trijaya, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, dan Lembaga Pers Mahasiswa Justisia yang turut mengapresiasi dan mengikuti peringatan Asyuro hingga akhir acara.

Reporter: Fia
Penulis: Fia
Editor: Sidik

Baca juga:  Ketidakstabilan Listrik PKM Picu Rusak Puluhan Alat Elektronik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here