Tambakberas

0
165

Oleh: Fia Maulidia

Pada aspal sepanjang jalan
Sandal tipis menapak jejak
Berjalan dengan riang
Dihatinya tentram oleh
Ngaji dan lalaran

Kadang berbunga
Tak sengaja bertemu dengan
Yang dirindukan
Kadang tergopoh
Melirik jam yang menuntut
Gerbang Madrasah untuk
Segera ditutup

Kadang terbelalak
“Hee kui loh pentol e pak mas sepi!”

Riuh rendah suara
Antrian kamar mandi
Percayalah lebih merdu
Daripada lagu
Pilu Membiru Kunto Aji
Yang kuputar sampai dini hari

Tambakberas,
Dimana kerinduan mengalir deras.

Baca juga:  Penyesuaian Masa Studi, Rektor Perpanjang Masa Studi Mahasiswa Yang Terancam Drop Out

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here