Tak Diumumkan, Wisudawan dengan Skripsi Terbaik Tetap Mendapat Apresiasi

0
232

Semarang, justisia.com-Ada yang berbeda dari pelaksanaan wisuda di UIN Walisongo kali ini. Wisuda yang diadakan pada tanggal 6 Agustus 2020 itu selain metode pelaksanaannya yang dilakukan secara daring pengumuman wisudawan dengan skripsi terbaik pun ditiadakan.

Pada Wisuda kali ini hanya diumumkan wisudawan terbaik menurut IPK saja, padahal pada pelaksanaan wisuda sebelumnya wisudawan dengan skripsi terbaik juga diumumkan pada saat acara protokoler berlangsung.

Setelah kami konfirmasi kepada Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah dan Hukum pihak fakultas telah menentukan dan menyetorkan nama nama wisudawan dengan skripsi terbaik kepada pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo.

“Masalah skripsi terbaik itu adalah kewenangan LP2M kampus 1, pihak fakultas sudah mengajukan nama namanya tapi ternyata saat wisuda tidak diumumkan,” tutur Ali Imron.

Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, kru justisia menghubungi Akhmad Arif Junaedi selaku Kepala LP2M.

“Tidak ada pengumuman wisudawan dengan skripsi terbaik karena pelaksanaan wisuda secara online dengan model face tracking animation. Guna menyederhanakan pelaksanaannya maka pengumuman tersebut tidak dilaksanakan,” jawab Akhmad Arif Junaedi ketika ditanyai alasan mengenai tidak adanya pengumuman wisudawan dengan skripsi terbaik tahun ini.

Baca juga:  Buruh dan Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Omnibus Law

Kendati tidak diumumkan secara terbuka pada prosesi wisuda daring, pihaknya menyatakan bahwa wisudawan dengan skripsi terbaik telah ditetapkan dan menerima reward seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sudah diputuskan. Dan penerimanya sudah dikasih tahu untuk proses spj-nya. Memang tidak diumumkan dalam wisuda karena pakai model face tracking animation tadi,” balasnya melalui aplikasi berbalas pesan whatsapp.

Reporter: Sabil dan Fajri
Penulis: Sabil dan Fajri
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here