Sajak Perih

0
157

Oleh: Syafira Nurdiana

Awalnya sajak-sajakku terasa indah

Didalamnya tertuang kebahagiaan dan cinta yang menggelora

Sungguh, semua denganmu membuat

lembaran sajakku berwarna

Berisi cinta yang tumbuh subur

Bagai bunga-bunga di taman yang memanjakan netra.

Namun, akhirnya sajak-sajakku terasa mati

Semenjak jejaknya tak nampak lagi

Sajakku tak indah lagi

Tak ada lagi kata-kata cinta yang menghiasi

Tak ada desiran rindu yang bisa kurasa lagi.

Akhirnya lembarannya berganti

Menjadi hitam dan putih

Tak ada warna keindahan

Tak ada cinta yang bersemi lagi

Semuanya tlah pergi, bersamaan dengan matinya hati.

Tak ada lagi majas keindahan

Tak ada lagi rasa bahagia dua insan

Semua tlah pergi berlalu

Tak ada lagi sajak yang bisa kugoreskan lewat penaku

Tintanya tlah hilang dan tak berbekas.

Baca juga:  Melodi Perdamaian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here