Rindu Tertahan

0
190

Kepak malaikat semakin liar mengudara
Mengunci seluruh sendi dan Panca Indera
Menahan, sehingga tak seorang pun lega
Menumpuk rindu, memupuskan asa
Lenyap semua mimpi, tiada lagi cita
Hirap begitu saja, tanpa kesepakatan

Pakaian serba putih, jauh-jauh hari dipersiapkan
Semua berlomba menjadi yang terbaik ketika bertemu Tuhan
Doa-doa mustahab beserta wirid dihafalkan
Agar sempurna jiwa memutih tanpa bantahan
Namun, semua tinggal bayangan

Pandemi tiba, memutus angan
Sejenak terkesiap, semua akses tertahan
Rindu yang membara, belum saatnya di rampungkan
Bayangan Kabah dan kubah hijau menari di pikiran
Tak tergapai, hanya bisa air mata wakilkan

Langkah yang tinggal sejengkal
Terlempar jauh ke belakang, kembali
Tangan menggapai, hanya angin yang berbisik menemani
Apalah lagi, jika memang takdir Tuhan begini
Takkan mampu dipaksakan, menuntut dilakoni

Menunggu, lagi
Percaya, Tuhan selipkan cinta pasti
Ia kembali bersabda, pupuklah rindu tinggi
Hingga, saat kau jumpa-Ku membawa cinta yang sejati
Biarkan terlebih dahulu Aku menguji

Tabalong, 7 Agustus 2020

Penulis: Hafidzaturrahmi, mahasantriwati semester 5 Mahad Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan

Baca juga:  Balada Anak Rantau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here