Rezeki Di Tengah Aksi

0
194

Semarang, justisia.com – Aksi massa yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang berhasil mengumpulkan massa yang sangat banyak.

Massa ini yang terdiri dari para kaum buruh, mahasiswa dan rakyat miskin kota sama-sama berkumpul dengan alasan yang sama yakni kekecewaan dengan keputusan Pemerintah dan DPR yang mengesahkan Omnibus Law pada (5/10). Di samping itu massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) tersebut juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan DPR.

Walaupun aksi ini digelar di tengah pandemi namun, jumlah massa yang datang mengikuti aksi memenuhi area depan gerbang gedung Gubernuran.

Dari sekian banyaknya massa ternyata menuai keuntungan bagi para pedagang kaki lima yang berjualan di area massa aksi. Setidaknya aksi ini ikut membangun perekonomian pedagang yang berjualan di sekitar lokasi aksi.

“Alhamdulillah mas berkat sampean-sampean jualan kita laris,” ungkap penjual es teh.

Selain itu berkat adanya aksi tersebut, para pekerja kecil lainnya merasa di untungkan. Seperti para tukang rongsok yang bekerja mengumpulkan sampah plastik bekas minuman untuk ditukar dengan uang.

Baca juga:  Pra PBAK FSH 2020 Pusatkan Sejarah Kampus dan Peran Mahasiswa

“Ya sekalian saya bersih-bersih mengabdi, saya juga menjual (bekas botol minuman) ini,” ungkap salah satu tukang rongsok di sekitar lokasi demo. Berkat aksi ini, omset pedagang kaki lima juga turut naik.

Reporter: Faiz
Penulis: Faiz
Editor: Sonia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here