Reuni : Ajang Pamer Kesuksesan

0
103

Justisia.com– Reuni atau temu kangen ataupun kata lain yang sama intinya dengan kata tersebut, seringkali kita dengar yang merupakan suatu kegiatan ataupun acara dimana sekelompok orang dengan sengaja mengadakan suatu perkumpulan bersama teman lama yang biasanya pernah mengenyam pendidikan bersama di masa lalunya pada suatu sekolah/lembaga pendidikan di tempat yang sama.

Biasanya reuni ini untuk menjalin silaturahmi kembali bersama teman seperjuangannya dalam rangka ber-nostalgia melepas rindu karena tidak bisa dipungkiri pasti semasa di sekolah pernah mempunyai kenangan tersendiri sehingga kerap kali ingin bertemu dan menceritakannya kembali. Dari mulai teman waktu di SD, SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi, atapun lembaga pendidikan yang lain seperti Pondok Pesantren dan sebagainya.

Memang sangat menyenangkan ketika seseorang mendengar akan ada reuni bersama teman dari almamaternya dan orang berbondong-bondong menyempatkan waktunya untuk hadir pada acara tersebut. Namun terkadang acara seperti ini disalah artikan dalam pelaksanaannya sebagai ajang untuk pamer kesuksesan atas apa yang telah diraihnya pada setiap orang. Akhirnya malah membuat kelompok sendiri berdasarkan sebuah golongan. Hal semacam ini yang menjadikan stereorype di kalangan masyarakat pada umumnya sehingga bagi orang yang merasa dirinya kurang sukses enggan untuk bergabung kembali dan merasa minder, akibatnya ketika ada acara reuni kembali dirinya tidak mau hadir.

Baca juga:  Cegah Corona, HKI Gelar Sidang Skripsi Via Telepon

Padahal, jika kita pahami kembali akan ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh setelah mengikuti acara tersebut. Manfaat utama dari reuni yaitu dapat memperpanjang umur, hal ini dibenarkan juga oleh agama bahwa orang yang menjalin silaturahmi akan dipanjangkan umurnya. Kemudian seseorang akan dibawa menuju beberapa tahun yang lalu melihat ke belakang pernah ada peristiwa penting yang dialaminya sehingga bisa memahami arti hidup sebenarnya.

Reuni akan terasa menyenangkan jika bisa membangkitkan ruang gembira pada diri kita ketika bisa ketawa bersama kawan lamanya karena melihat masa lalu yang masih lugu, polos dan sebagainya. Sehingga bisa me-refresh otak dan sejenak melupakan tentang masalah yang dihadapinya di masa sekarang, pada akhirnya akan berdampak baik pada imun tubuh kita.

Sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi oleh teman dan saudaranya, kemungkinan meninggalnya 50 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. Kehidupan sosial yang lebih baik membuat kita rata-rata hidup 3,7 tahun lebih lama. Yang perlu kita ingat, soal umur tetap ada pada Tuhan, kita hanya berusaha saja.

Baca juga:  Hari Pendidikan Nasional Bukan Perayaan

Lalu bagaimana untuk menghapus anggapan masyarakat bahwa reuni sebagai ajang untuk pamer kesuksesan. Sejak awal pasang niat baik bagi semua orang untuk menghadiri reuni sebagai sarana menyambungkan tali silaturahmi. Karena dengan tetap menjalin silaturahmi maka rezeki kita akan terus berjalan serta bsa membuka rezeki juga untuk orang lain.

Bagaimana bisa? bisa dong, ubah kebiasaan buruk pada acara reuni dari ajang pamer kesuksesan menjadi ajang berbagi pengalaman sampai akhirnya pada puncak kesuksesan. Memang tak bisa dipungkiri setiap orang mempunyai jalan hidup masing-masing yang tentu berbeda-beda. Tapi apa salahnya juga kan apabila berbagi pengalaman untuk sukses.

Lalu selanjutnya bagi orang yang sudah sukses punya usaha sendiri, bisa juga tuh mereka membuka jalan kepada temannya bagi yang membutuhkan pekerjaan. Karena zaman sekarang juga akses orang dalam juga dibutuhkan bukan? eitss…, bukan berarti mengajarkan nepotisme ya. Namun apabila membutuhkan karyawan ataupun pegawai apa salahnya sih diberikan kepada teman sendiri asalkan sesuai kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Baca juga:  Eksistensi Santri Di Era Globalisasi

Lakukanlah hal yang positif selagi kita masih tetap diberi kesempatan untuk bisa berbuat baik kepada orang lain. Karena hidup ini bukan tentang apa yang sudah kamu dapatkan, akan tetapi apa yang sudah kamu perbuat dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

Penulis: Muhammad Musyaffa
Editor: Nur Hikmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here