Putih Rindu Ku

0
170

Oleh: Nur Khasanah

Aku adalah merah
Yang berjuang merujuk amarah
Hanya dengan pantang menyerah
Dan kini menyusur hari dalam sanubari basah

Sedang kau adalah putih
Tapi tak lagi utuh bersih
Karena hanya sekedar memilih
Lidah api yang kau anggap suci

Merah memang tak selalu amarah
Putih tak selalu jua bersih
Namun,

Akankah merah dan putih
Bersatu kembali?
Demi meredakan hati yang pilu ini

Sampai kepada bait terakhir
Yang sedang kau baca kini
Bahwa aku hanya rindu putih
Yang menyokong badan
Bahkan tanpa tapak tirani

Baca juga:  Dua Mata Dewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here