Warga Cakrawala Melawan Keadaan (3-Habis)

0
203
Kampung Cakrawala yang ada di bawah Jembatan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang Barat / Kredit foto: Anisa Yuliani

Keadaan di Kampung Cakrawala

Para warga bersyukur masih bisa mendiami wilayah kolong jembatan tersebut. Karena setidaknya mereka masih bisa melanjutkan kehidupan meski dengan keadaan serba terbatas.

“Kampung” kolong jembatan Cakrawala layaknya kampung pada umumnya. Ada perkumpulan warga di tingkat RT, RW, hingga perkumpulan ibu-ibu PKK. Bahkan juga membuat program kerja dengan program-program selayaknya kampung di kawasan pemukiman pada umumnya.

Kawasan Kampung Cakrawala mirip pemukiman kumuh yang ada di Ibukota Jakarta. Kondisi lingkungan yang kemungkinan besar memiliki dampak pada kesehatan, terlebih pada perkembangan anak, dan lain-lain.

Menurut penuturan salah satu ibu sekitar umur 60 tahun, “di Cakrawala ini alhamdulilah banyak yang membantu mbak, anak-anak juga biasanya dibimbing belajar sama para orang-orang dari gereja dekat sini. Anak anak diajari bahasa Inggris dan lain-lain.”

“Kami warga juga sering beri bantuan, disumbang sembako, baju layak pakai dan banyak lagi mbak. Saya kagum sama mereka mungkin ini bentuk kepedulian sesama manusia, mereka toleransinya tinggi sekali,” jelas Nenek ini dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga:  Menag RI : Mahasiswa Harus Menjadi Duta Damai

Dari hasil penelusuran kami, pendidikan anak di Kampung Cakrawala sangat memprihatinkan. Ada beberapa anak yang putus sekolah dan memilih bekerja.

Di usia sekolah mereka harus merelakan kesempatan untuk sekolah demi membantu membiayai kebutuhan keluarga.

Saat kami berkeliling seorang anak kecil sedang membuka-buka buku, salah satu dari kami mencoba menghibur anak itu. “ini binatang apa?”. “Ini namanya ayam,” jawabnya menggemaskan sambil tertawa.

Kemudian kami menemui salah seorang ibu yang sedang mengobrol dengan tetangganya, ia bercerita kalau khawatir dengan pertumbuhan anak dengan lingkungan yang seperti ini.

“Anak saya sekolah SMP, akhir-akhir ini jarang berangkat ke sekolah, saya takut kalau anak saya nanti akhirnya juga putus sekolah karena pengaruh teman-temannya di lingkungan ini.”

Ia menjelaskan juga bahwa sudah berbagai cara dilakukan supaya anaknya tetap terus sekolah.

Penulis: Anisa, Najih
Reporter: Anisa, Najih, Sasa, Kodriyah, Asrul
Editor: Afif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here