Penyesuaian Masa Studi, Rektor Perpanjang Masa Studi Mahasiswa Yang Terancam Drop Out

0
522

justisia.com-Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian masa studi pada Jum’at, 23 April 2020 lalu.

Dalam surat edaran dengan Nomor B-2124/Un.10.0/R/PP.00.9/04/2020 itu terdapat 6 poin hal yang ditujukan pada para Dekan dan direktur Pascasarjana.

Kabar baiknya, masa studi mahasiswa program Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) pada semester genap tahun akademik 2019/2020 yang akan berakhir dan terancam  drop out (DO) diperpanjang masa studinya selama satu semester.

Perpanjangan masa studi tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa D3 angkatan 2015, mahasiswa S1 angkatan 2013, mahasiswa S2 angkatan 2016, dan mahasiswa S3 angkatan 2013.

Selanjutnya, dijelaskan bahwa proses penulisan dan bimbingan skripsi pada semester genap tahun akademik 2019/2020 dapat diganti dalam bentuk penulisan artikel yang dipublikasikan pada jurnal yang terindeks Moraref atau penulisan buku secara utuh di bawah supervisi dosen pembimbing yang ditunjuk oleh ketua program studi.

Terkait penerimaan dan seleksi mahasiswa baru jalur mandiri prestasi dan jalur mandiri, akan dilaksanakan secara online. Seleksi yang akan dilakukan tidak melalui ujian tertulis tetapi berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik.

Baca juga:  Sejarah dan Mitos Benteng Portugis

Dalam surat edaran tersebut Rektor UIN Walisongo juga menghimbau Fakultas/Pascasarjana untuk mengoptimalkan anggaran 2020 yang tidak terkena kebijakan penghematan untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh untuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan selama pembelajaran daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan).

Terakhir, pendaftaran ujian munaqosah bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan skripsi  serta pendaftaran wisuda online tetap dibuka sampai waktu yang akan diberitahukan kemudian.

Penulis: Fia Maulidia
Editor: Harli
   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here