Monumen Jenderal Soedirman: Bentuk Pengakuan Tuk Pahlawan dari Banyumas

0
403

Banyumas, justisia.com-Pengakuan Kabupaten Banyumas terhadap Jenderal Soedirman sebagai pahlawan yang berasal dari daerahnya telah menjadi alasan berdirinya Monumen Jenderal Soedirman sampai saat ini. “Ini sebagai upaya mengenang jasa-jasa beliau,” ujar Toni selaku pengelola monumen. Toni mengatakan tidak tahu pasti mengenai kapan awal berdirinya monumen Jenderal Soedirman itu.

Pendirian Monumen Jenderal Soedirman didonaturi oleh Yayasan Serulingmas dengan beberapa anggotanya saat itu yaitu Susilo Sudarman selaku ketua yayasan, Suparjo Rustam, dan Sugiarto yang merupakan teman seperjuangan dari Jenderal Soedirman sendiri. 

Yayasan Serulingmas mengumpulkan dana untuk memberikan kenang-kenangan yang pada saat itu dibutuhkan di daerah Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas yang dianggap sebagai satu kawedanan. Untuk Purbalingga dibangun sebuah desa wisata, di Banjarnegara dibangunlah kebun binatang, sekolah kesehatan untuk Cilacap, dan dibangun Monumen Jenderal Soedirman sebagai permintaan masyarakat Banyumas pada saat itu.

Monumen yang resmi di-hibah-kan kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas pada tahun 2000 itu bertempat di Kecamatan Karang lewas bersebelahan dengan Sungai Logawa.

Baca juga:  RUU Cilaka : Mencelakakan Hak Perempuan

Kawasan Monumen Jenderal Soedirman memiliki luas 1,8 hektar dan naungi oleh  Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabubdar) Kabupaten Banyumas.

Di kanan-kiri depan monumen terdapat dua tank bersejarah sebagai simbol perjuangan semasa Jenderal Soedirman dulu. Monumen Jenderal Soedirman sendiri terdri dari dua lantai.

Pada lantai pertama, terdapat Museum Jenderal Soedirman. Memasuki museum, pengunjung akan disambut duplikat tandu yang dipakai Jenderal Soedirman dalam keadaan sakit saat memimpin Perang Gerilya dahulu, Informasi singkat sejarah dan foto perjuangan Jenderal Soedirman dari masa kemasa serta kutipan kata-kata beliau seperti ‘Sejengkal tanahpun tidak akan kita serahkan kepada lawan, tapi akan kita pertahankan habis-habisan’ di dinding.

Terdapat duplikat mini yang menggambarkan suasana tempo dulu seperti duplikat sekolah dasar Jenderal Soedirman sampai suasana saat Jenderal Soedirmn ditandu dalam Perang Gerilya. Selain itu, terdapat patung setengah badan milik Jenderal Soedirman.

Di lantai dua, pengunjung dapat menyaksikan patung perunggu Jenderal Soedirman yang sedang menunggangi kuda. Dibawah patung terdapat lima simbol yang mewakili isi sila pancasila yaitu bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas. Selain itu, terdapat ukiran-ukiran yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI.

Baca juga:  Banthe Dhammasubho Mahatera: Budaya yang Pertama Lahir di Dunia Yaitu Budaya Timur

Monumen Jenderal Soedirman ini dapat memperkenalkan pengunjung mengenai sejarah perjuangan Jenderal Soedirman.
“Senang si, jadi bener-bener ngerti perjuangannya pak jenderal, dari tandunya, poster-poster jaman penjajahannya, zaman kecilnya yang di tempel di dinding,” ujar Novi, pengunjung Monumen Jenderal Soedirman.

Selain itu, pengunjung dapat mengenang jasa-jasa Jenderal Soedirman serta menjadikan monumen sebagai salah satu sarana edukasi sejarah.

“Seneng dan bangga kita bisa mengenang jasa-jasa Jenderal Soedirman dan ini bisa jadi sarana edukasi yang baik buat nambah pengetahuan warga Banyumas sendiri dan bahkan kalau bisa ke berbagai daerah,” ujar Amel, salah satu pengunjung.

Selain melalui Monumen, pihak pengelola juga memperkenalkan sosok Jenderal Soedirman melalui promosi ke sekolah-sekolah di Kabupaten Banyumas “Kita ada promosi di sekolah-sekolah dan dari Dinas Pendidikan dianjurkan sebagai pembelajaran. Untuk anak SD dianjurkan mengenal dahulu tentang Jenderal Soedirman. Beberapa waktu lalu juga kami bersama pihak Dinas Khusus Permuseuman mengadakan acara mewarnai untuk anak-anak TK, untuk SMP ada narasi memperkenalkan Jenderal Soedirman, terus untuk SMA juga ada narasi sekaligus peragaan tentang Jenderal Soedirman,” jawab Toni saat ditanyai oleh kru Justisia.

Baca juga:  Penyesuaian Masa Studi, Rektor Perpanjang Masa Studi Mahasiswa Yang Terancam Drop Out


Penulis: Sabil
Editor: Nur Hikmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here