Moment Penting yang Terjadi di Indonesia Sepanjang Tahun 2020

0
53
Kaleidoskop 2020 : Kilas Balik Indonesia
Infografis Justisia
Website | + posts

Semarang, Justisia.com – 2020 selain Pandemi, ada apa? Lontaran itu yang kemudian muncul di tengah otak para manusia yang melakukan kegiatan selama pandemi dengan memandangi layar kaca laptop atau handphone. 2020 memang merubah segala aktivitas masyarakat, sampai hanya merasakan rebahan setiap waktu.

Akan tetapi, tahun ini ternyata cukup istimewa, mulai dari bencana, pandemi, politik, bahkan hukum seakan dibuat bercanda. Terasa seperti halu, karena masyarakat hanya bisa menyaksikan melalui layar kaca saja. Diantara peristiwa-peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah Indonesia 2020 yakni sebagai berikut :

  • Banjir di 300 Kecamatan

Tepat 1 januari 2020, 300 kecamatan di Jabodetabek terendam banjir. Diperkirakan ditahun 2020 curah hujan terbesar dan melampaui banjir tahun 2007 dan 2015. Selain di Jakarta banjir juga melanda di Bondowoso, Jawa Timur tepatnya pada 29 Januari 2020. Ratusan rumah di daerah ini terkena lumpur pengunungan.

  • Pertama Kalinya Warga Indonesia Terinveksi Virus Corona

Pertama kalinya Indonesia terpapar covid-19 tepatnya tanggal 2 Maret 2020, dimana 2 orang warga depok berinteraksi dengan seseorang dari Jepang yang terkena virus corona. Penyebaran covid-19 lambat ditangani, hal ini disebabkan karena dinilai pemerintah lengah dalam pengawalan covid-19. Dan dampak dari adanya virus corona yang tersebar di Indonesia diantaranya lockdown, PSBB, kegiatan belajar dan pekerjaan dilakukan di rumah.

  • Bintang Emon Diserang Setelah Komentari Kasus Novel Baswean Melalui ODP

Dalam videonya pada tanggal 12 Juni 2020 Bintang Emon mengomentari terkait ketidakadilan hukum yang diputuskan hakim kepada tersangka penyerangan yang dilakukan kepada Novel Baswedan. Setelah itu nama Bintang Emon berusaha dijatuhkan dengan fitnah penggunaan narkoba kepada dirinya. Bukan hanya kepada Bintang, namun keluarga dan manajer Bintang Emon juga mengalami penyerangan.

  • Putusan Pengadilan Terhadap Kasus Novel Baswedan

Putusan pengadilan tertanggal 16 Juli 2020 atas kasus penyerangan Novel Baswedan penuh dengan kejanggalan dan sandiwara. Tersangka anggota kepolisian yaitu Ahmad Kadir hanya divonis 2 tahun penjara dan tersangka lainnya Ronny Bugis divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Padahal dilihat dari bahan yang digunakan untuk menyerang Novel yaitu asam sulfat, sesuai dengan pasal 353 ayat 2 KUHP bisa terancam pidana maksimal 7 tahun. Dalam putusannya juga tidak ada hukuman lainnya, tidak ada tambahan hukuman seperti pencabutan dari keanggotaan kepolisian.

  • DPR Gencar Mengesahkan Berbagai RUU menjadi UU

Walau terjadi Penolakan dan Didemo Besar Besaran DPR tetap ketok palu terhadap beberapa RUU.  Beberapa RUU yang disahkan: 

  1. RUU Minerba 13 Mei 2020
  2. Revisi UU MK 1 September 2020
  3. RUU Cipta kerja pada 5 oktober 2020

Bahkan setelah disahkan pun UU Cipta Kerja masih mendapat perlawanan dari banyak pihak ramai-ramai demonstran kembali bersuara lantang, tak perduli kondisi covid bahwa keadilan hukum harus tetap ditegakkan, aksi ini juga dihebohkan dengan perlakuan polisi terhadap demonstran. Polisi lakukan tindak kekerasan kepada demonstran saat menolak omnibuslaw. Beberapa demonstran yang mendapat kekerasan dari polisi diantaranya pada daerah Bekasi, Lampung, Suka Bumi, Palu, dll.

  • Kasus Korupsi Yang Dilakukan Oleh Dua Menteri Jokowi

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK atas kasus suap sebesar Rp. 9.8 Miliar dari perusahaan eksportir benih lobster. Ia ditangkap 25 November 2020. Kedua, pada tanggal 4 Desember 2020, Menteri Sosial Juliari juga ditangkap dalam kasus korupsi  dana bantuan sosial covid-19 sebanyak Rp. 17 Miliar.

  • Pilkada Disaat Pandemi Covid

Pilkada serentak 9 Desember 2020 tetap dilaksankaan walaupun dalam kondisi covid-19, keputusan pemerintah yang beresiko ini mendapat kritikan dari banyak pihak salah duanya NU dan Muhammadiyah yang mendesak pemerintah untuk melaksanakan Pilkada setelah kondisi kesehatan bangsa stabil. Bahkan setelah Pilkada kasus positif Covid-19 terus bertambah bahkan dari paslon sebelum pilkada dilakukan.

Inti dari kaleidoskop 2020 ini, masyarakat hanya bisa melihat secara virtual saja semua peristiwa-peristiwa ini. Baik korupsi nya para pejabat pemerintah, vonis tak masuk akal, keputusan pemerintah melanggengkan Pilkada ditengah ancaman virus, sampai dengan pengesahan beberapa RUU yang masih di pro-kontra kan sebagian besar masyarakat.

Tahun berikutnya, semoga panjang umur pemerintah Indonesia.[Red.Musyaffa’]

Baca juga:  Kekhawatiran Kunjungan Wisatawan China ke Sumatera Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here