Mengintip Dapur Tulisan Kang Maman

0
106
Mengintip Dapur Tulisan Kang Maman
Sampul Buku Aku Menulis Maka Aku Ada karya Kang Maman. Sumber: Buku Akik
Moh. Haidar Latief
Konten Kreator Justisia

Justisia.com – Dalam karyanya yang berbentuk buku ke-24, Muhammad Suherman, pria yang kerap dipanggil Maman Suherman atau Kang Maman membawa kita masuk ke dapur penulisannya. Ketika kita membaca buku yang berjudul “Aku Menulis Maka Aku Ada” kita akan mengetahui semua rahasia produktif laki-laki berkepala plontos yang lahir dengan semangat “bacalah, iqra’, read“, orang yang gencar mengampanyekan pentingnya literasi.

Di bagian awal Kang Maman menuliskan, jika menulis adalah kegiatan membaca berulang-ulang. Orang yang tidak suka membaca tidak akan dapat menulis dengan baik. Semakin kita banyak membaca makin membuat seseorang terdorong untuk ,menulis, berselam menikmati indahnya samudera kata, masuk ke dalam hutan ide yang tak ada ujungnya, hingga akhirnya terbang menuju angkasa aksara yang tak beratap. (Hlm. 21)

Modal utama menulis adalah baca,baca,dan baca. Setelah membaca lalu lakukan praktik menulis, apapun yang ada di kepalamu tulislah. Jika kita hanya memelototi kotak kosong ya kosong hasilnya, kata Kang Maman.

Menulislah, tidak perlu minder tulisan yang kamu tulis jelek, alurnya jungkir balik, bahasanya babak belur, semuanya tidak masalah, semua penulis professional melewati proses itu, tidak ada yang bimsalabim sekali nulis langsung jadi. (Hlm. 17)

“Saya tidak bisa menulis panjang” kata Kang Maman persoalan itu bukanlah masalah. Banyak tulisan Kang Maman yang berawal dari catatan catatan kecil, yang ditulis di buku catatan atau media sosial yang kemudian disempurnakan dan akhirnya menjelma menjadi sebuah buku. Selain itu tulisan-tulisan pendek bisa juga kita olah menjadi puisi yang menyentuh hati pembaca.

Baca juga:  Si Pelampau Masa

Gagasan yang telah ada dalam hati dan pikiran, harus kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Proses pemindahan gagasan dari hati menuju kertas atau laptop adalah sebuah peristiwa yang dahsyat, proses ini terkadang membuat penulis uring-uringan dan resah dalam menentukan alur, sudut pandang, pisau analisis hingga pilihan diksi.  

Layaknya orang yang sedang patah hati dan galau, karena gagasan besar yang ada dalam hati tidak lagi mampu disangga oleh tubuh untuk dituangkan dalam tulisan. Setelah tulisan selesai, penulis akan merasakan semacam orgasme intelektual karena kepuasan batin yang dirasakan, setelah itu lemas karena energi yang dikeluarkan untuk menulis mencurahkan gagasan baru terasa efeknya.

Oleh karenanya ketika kita membeli buku, tidak sekedar mendapatkan tinta hitam di atas kertas putih, lebih dari itu, membeli buku berarti kita juga mendapatkan jiwa sang penulis. (Hlm. 104).

Ikat Tulisan dengan Perasaan

Membuat tulisan adalah proses yang sangat pribadi yang tidak bisa dijelaskan. Dua orang yang ditugaskan untuk menulis sebuah topik, hasil tulisannya tidak mungkin sama persis antara keduanya. (Hlm. 228)

Karena memang tidak ada teori tunggal dalam kepenulisan ada yang nyaman mengetik langsung menggunakan laptop, ada yang lebih nyaman menggnakan handphone, ada yang harus membuat garis besarnya di kertas dahulu dan beragam cara yang lain.

Baca juga:  Menjadi Korban Kesadisan Negara

Yang menjadi pembeda adalah suasana hati atau perasaan seorang penulis dalam menuangkan tulisan, tergantung ideologi, bacaan, latar belakang dan paradigma berpikir seorang penulis dalam menganalisi sebuah kasus sehingga akan membuat tulisan lebih berwarna. Karena kemampuan untuk memadukan pengalaman dengan hasil bacaanya adalah sebuah keuntungan nyang dimiliki oleh penulis.

Kang Maman juga memberi tips, disaat tulisan kita sudah selesai menyingkirlah sejenak, ke luar menikmati rindangnya pohon di depan rumah, hijaunya sawah di pinggir jalan dan merdunya kicauan burung yang berada di angkasa untuk merefresh pikiran kita setelah sebelumnya tercurahkan penuh dalam kegiatan menulis.

Setelah itu baru libatkan editor dalam diri kita (hati) untuk mengoreksi susunan kalimat, pemilihan diksi, analisis yang kita pikirkan hingga kesalahan ketik (typo) dalam penulisan. Benahi yang belum sempurna, hapus yang dirasa tidak perlu, dan tambah ketika merasa ada kekurangan.

Libatkan hatimu dalam proses ini, ibaratkan dirimu sebagai pembaca karena tujuan kita menulis adalah kita sodorkan gagasan kita ke pembaca. Pastikan pembaca dapat memahami dengan baik tulisanmu, pastikan pertanyaan yang ada dalam benak pembaca dapat terjawab di tulisanmu.

Karenanya apa yang kita tuliskan harulah komprehensif, karena saat pembaca menikmati tulisan, sang penulis tak ada di hadapannya, sehingga semua pertanyaan yang ada dalam benak pembaca harus terpecahkan dalam tulisan yang kita buat.

Baca juga:  Sebuah Pencarian

Tulisan Adalah Ide

Dengan kita menulis, ternyata diri kita dan karya kita adalah juga ide bagi orang lain. Dengan tulisan yang kita buat pembaca akan mendapatkan pasokan ide dari tulisan yang kita hadirkan, dari tulisan yang kita selesaikan pembaca akan tergerak untuk menuliskannya kembali baik itu mereview, memperkuat atau mengkritik tulisan kita.

Paragraf di atas adalah kalimat yang nyata, buktinya dengan membaca karya Kang Maman berjudul “Aku Menulis Maka Aku Ada” merangsang diriku untuk membagikan pengalaman bacaku kepada para pembaca meskipun dengan segala kekuranganku.

Melihat karya Kang Maman ini, bisa kita artikan lebih luas. Bagi yang mempunyai kemampuan menulis menulislah untuk memberikan ide pada pembaca, bagi yang ahli videografi buatlah video yang mebius para penonton, bagi yang suka desain grafis buatlah konten yang bermanfaat dengan balutan artistik, buat yang gemar bermain musik ciptakanlah musik yang menghantarkan orang lupa akan segala masalahnya. Intinya adalah berkarya.

Dengan berkarya boleh jadi dirimu akan tumbang karena digerus masa, namun pemikiran, gagasan, ide dan karyamu tak akan sirna tergerus oleh waktu.

Judul Buku: Aku Menulis Maka Aku Ada

Penulis: Kang Maman

Penerbit: Diva Press

Jumlah halaman: 444 hlm

ISBN: 978-623-293-126-8

Peresensi: Moh. Haidar Latief [Red. Sidik]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here