Mengerti Studi Islam di Islamic Studies Justisia

0
218
Infografik: Haidar

Kajian tentang agama-agama pada abad sembilan belas menjadi dasar pengembangan akademik di Amerika, Eropa, dan Inggris, kata Arfan Muammar, editor buku Studi Islam Perspektif Insider-Outsider.

Di Amerika Utara, lanjutnya, sekolah-sekolah menyediakan jurusan Studi Agama, satu di antara beberapa kajian lain seperti antropologi, sejarah, dan ketimuran yang kemudian menjadi sebuah disiplin ilmu baru yang berdiri secara mandiri.

Kemunculan pemikir keagamaan seperti Max Weber, Ali Syariati, ataupun Hassan Hanafi juga menjadi daya dukung atas termanifestasikannya studi keagamaan ke dalam diskursus keilmuan yang baru. Sehingga terbentuklah studi agama sebagai sebuah disiplin keilmuan baru sekaligus jurusan baru di beberapa sekolah juga universitas.

Studi tentang agama-agama semakin banyak diminati seiring kemunculan tokoh-tokoh seperti di antaranya yang telah disebutkan di atas yang ketiganya hadir untuk memberi respon terhadap pemikiran keagamaan mereka masing-masing atas zama yang selalu berkembang dan tempat yang tidak bisa dimutlakkan selalu sama.

Ungkapan dari Ibn al-Qayyim al-Jauziyah yang kemudian sering disampaikan di berbagai perkuliahan Fakultas Hukum Islam; bahwa seiring berubahnya konteks zaman dan konteks tempat, maka menuntut adanya perubahan dan perkembangan hukum sesuai dengan konteks zaman dan tempat berada.

Baca juga:  Selamat Datang di Zona Tidak Nyaman

Hal sama yang juga diinisiasi oleh penggagas muslim asal Pakistan, Fazlur Rahman yang merespon kemandegan umat muslim untuk “menentukan” sebuah hukum yang sesuai dengan konteks keadaan baru karena melekatnya persangkaan bahwa penggalian hukum Islam telah tertutup.

Studi agama-agama, selalu menarik untuk dikaji. Selain menelaah ulang hukum yang tepat untuk diterapkan pada suatu era, juga menelaah gagasan-gagasan para “kontributor” pemikiran keagamaan yang di antaranya telah disebut di atas.

Lantas, apa hubungan studi agama-agama dengan studi Islam atau kajian tentang Islam? Jelas, hubungan studi agama-agama dengan kajian Islam adalah bagai bab dan subbab, jika itu merupakan sebuah pembahasan artikel atau karya ilmiah seperti tugas akhir ataupun skripsi. Atau bisa juga bagai hubungan batang dengan cabang pada pohon. Studi agama-agama ibarat bab atau batang, sedangkan Studi Islam adalah bagian subbab atau cabangnya.

Islamic Studies Justisia 2020

Tahun 2020 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Justisia kembali hadir menyapa liburan kawan-kawan dengan kegiatan seru dan menarik bertajuk Islamic Studies Justisia. Tahun 2020 menjadi tahun ketiga LPM Jutisia menggelar acara serupa dengan kepesertaan terbuka untuk umum. Detail informasi mari cek Q&A sebagai berikut:

Baca juga:  Husna : Dijelaskan Soal Khilafah dari Perpustakaan sampai Gerbang Kampus

Q : Acaranya kapan kak?

A: Acara akan berlangsung selama tiga hari; mulai hari Minggu 26 Januari hingga 28 Januari 2020

Q : Acara dimulai dari jam berapa ya kak?

A : Acara akan dimulai pukul delapan pagi

Q : Di mana kak tempatnya?

A : Acara Islamic Studies 2020 diselenggarakan di Gedung M2 dan M3 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo

Q : Apa aja kak materi yang akan didapat?

A : Materi yang akan didapat di antaranya; pemikiran Max Weber, Fatimah Mernissi, Nasr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Mohamad Abduh, hingga Dinamika Sejarah Agraria yang akan diantarkan oleh FNKSDA, dan masih banyak yang lainnya

Q : HTM nya berapa nih kak?

A : Rp. 30.000,- aja

Q : Dengan HTM segitu, kita dapat fasilitas apa saja kak?

A : Semua peserta mendapat makan siang, sertifikat, ilmu, serta teman baru

Q : Pendaftaran dibuka sampai kapan kak?

A : Buat pendaftaran dibuka sampai hari pelaksanaan Islamis Studies

Q : Jadi pendaftaran bisa OTS ya?

A : Yap pendaftaran sekaligus pembayarannya bisa dilakukan secara OTS atau di tempat secara langsung

Q : Selain OTS gimana kak?

A : Selain OTS panitia Islamic Studies juga melayani pendaftaran dan pembayaran di Sekretrariat LPM Justisia di Gedung PKM Fakultas Syariah dan Hukum atau bisa juga menghubungi nomor berikut: 089 637 684 901 (Rusda)

Baca juga:  Pelecehan Seksual Kerah Putih

Q : Ada perlengkapan yang perlu dibawa?

A : Tentunya buku, alat tulis, serta hati yang tenang dan tubuh lengkap dengan pakaian

Demikian informasi detail ikhwal Islamic Studies Justisia 2020. Jika ternyata kedetailan Q&A ini masih mengundang pertanyaan, dengan lapang waktu panitia bisa dihubungi di nomor: 089 637 684 901 (Rusda) atau 083 831 975 233 (Ayu). Tabik.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here