Mahasiswa KKN UIN WS Adakan Bersih Rumah Ibadah Bareng Kebumen Resik

0
153

Semarang, justisia.com – Kebersihan merupakan bagian terpenting dalam upaya menjaga kesehatan keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk tetap menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih akan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut dengan demikian masyarakat dapat terhindar dari serangan penyakit.

Oleh karena itu, Sabtu, 17 Oktober 2020 KKN UIN Walisongo Kelompok 126 melakukan program kerja yakni “Aksi bersih-bersih ibadah bersama Komunitas Kebumen Resik”.

“Kebumen Resik merupakan gerakan membersihkan berbagai tempat ibadah di wilayah Kebumen. Gerakan ini diharapkan bisa membantu menambah rasa nyaman masyarakat saat akan melakukan peribadahan. Selain itu, menambah kesadaran akan kebersihan dan toleransi sesama manusia,” tutur Rosyid Bayyin (ketua komunitas Kebumen Resik).

Kegiatan membersihkan rumah ibadah ini bertempat di Gereja Kristen Jawa, yang terletak di Wotbuwono Kebumen. Gereja ini merupakan gereja tertua di Kebumen. Kegiatan ini juga mendapat respon baik dari pihak masyarakat, Pendeta GKJ yaitu Bapak Prima Adi Cahyo mengapresiasi kegiatan ini.

Baca juga:  Peduli Lingkungan Mahasiswa KKN UIN WS Adakan Bersih Mushola

“Secara pribadi dan institusi kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan adek-adek UIN Walisongo Semarang dan teman-teman Komunitas Kebumen Resik yang telah membersihkan tempat ibadah kami. Harapan kami kegiatan ini dapat berjalan terus untuk mengeratkan antar umat yang bisa dimulai dari cendekiawan,” tuturnya.

Program kerja Resik Gereja merupakan program kerja dari devisi moderasi beragama. Program ini mungkin bagi sebagian besar kita terdengar aneh namun, kegiatan ini diselenggarakan bukan tanpa alasan.

Sebagaimana diungkapkan oleh  koordinator program kerja adapun tujuan kegiatan ini adalah

“Sebagai bentuk kerja nyata kelompok 126 Mahasiswa KKN UIN Walisongo agar dalam beragama tidak memiliki cara pandang yang kaku dan tidak berperilaku ekstrem. Selain itu, tujuannya adalah belajar bersama untuk hidup bersama di Indonesia yang beraneka ragam suku, budaya, bahasa, dan agama untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan satu sama lain sehingga tetap terjaga keutuhan NKRI,” tutur Nur Fatimah.

Reporter: Agustina Nurtika
Penulis: Jaozauz Zahroh
Editor: Nur Hikmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here