KKN UIN Walisongo Gelar Webinar Toleransi Beragama

0
114
Website | + posts

Semarang, justisia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 69 menggelar webinar dengan tema “Belajar Toleransi Bergama dari Timur Indonesia, Papua” pada Minggu, (25/10/20).

Dalam acara tersebut, penyelenggara menghadirkan Narasumber Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama Kab. Keerom Provinsi Papua, yang juga sebagai seorang Kyai yang mendakwahkan Agama Islam dengan damai di Papua, Kyai Nursalim Ar-Rozy. Acara tersebut dimoderatori oleh Koordinator posko 69, Tusiran Syukur.

Dalam kesempatan tersebut topik besar yang dibahas adalah Kerukunan beragama dan berbudaya di Papua. Nursalim Ar-Rozy mengungkapkan, Papua merupakan miniatur Indonesia. Beragam suku, agama, budaya ada di sana. Menurutnya, hal tersebut dilatar belakangi oleh program transmigrasi yang di lakukan oleh pemerintah pada era presiden Soeharto.

“Dengan keberagaman yang ada, masyarakat dapat hidup berdampingan dan hampir tidak ada konflik yang dilatar belakangi persoalan agama. Sebagai gambarannya, di Kota Fakfa Prov. Papua terdapat simbol kerukunan yakni ‘Satu Tungku Tiga Batu’. Maksudnya adalah dalam satu rumah bisa ada 3 agama dan semuanya saling menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Nursalim menambahkan, Islam yang ada di Papua datang dengan pendekatan kultural. Maksudnya, kata Nursalim, agama Islam dan semua agama yang ada di Papua sangat menghormati dan munjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Nursalim turut menjelaskan bahwa Papua tidak seperti yang ada di media hanya konflik dan kekerarasan, sejatinya masyarakat Papua sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Ketua Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M), Rikza Chamami, menyambut baik kegiatan tersebut. “Dengan teknologi dapat menyatukan kita semua dari kejauhan dan dengan webinar ini pula alhamdulillah menjadi bukti bahwa generasi Walisongo Semarang siap mengabdi dari Sabang sampai Merauke demi bangsa Indonesia,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Mulyatun, menyampaikan terima kasih kepada Nursalim Ar-Rozy, yang telah berkenan menyempatkan waktu. “Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Kami sangat berterima kasih karena telah bersedia menjadi pemateri dan memberikan ilmu kepada adik-adik KKN UIN Walisongo Semarang. Semoga generasi Walisongo dapat memberikan contoh bagaimana menjaga kerukunan berbangsa, bergama dan berbudaya,” ungkapnya.

Webinar yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom tersebut turut dihadiri peserta dari luar pulau Jawa.

Penulis: Tusiran Syukur
Editor: Sidik

Baca juga:  Wakil Rektor III “Silaturahmi” ke PKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here