KKN 74 UIN Walisongo, Akan Ditarik Lebih Awal

0
253

Semarang, justisia.com – KKN regular ke-74 Uin Walisongo Semarang di Kabupaten Batang,  kamis mendatang akam resmi ditarik. Meskipun baru berjalan 2 minggu, langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap virus corona (covid-19).

Penyelenggara KKN periode ini menjelaskan,  penarikan kamis mendatang diambil setelah diadakannya rapat antara pihak terkait  sore tadi secara daring. Perlu dipahami juga bahwa ini merupakan langkah demi kebaikan semua pihak.

“Ini langkah yang harus diambil demi kebaikan bersama. Pak rektor, LP2M dan peserta sepakat kamis besok akan dilakukan penarikan,” ujar Rikza Chamami, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo Semarang.

Walaupun kabar ini telah tersebar, edaran resmi penarikan peserta kkn regular kali ini belum ada. Alasannya selain rapat baru dilaksanakan tadi sore, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang juga baru akan dilaksanakan esok hari.

“Edaran resmi tentu nantinya ada. Kan rapat baru dilakukan sore tadi, terlebih koordinasi dengan tuan rumah akan kami laksanakan besok,” terang beliau.

Dari peserta,  tentunya perasaan sedih dan berat harus mereka alami atas adanya kabar penarikan tersebut. Keakraban yang baru sebentar terjalin harus berpisah karena kondisi yang tidak memungkinkan saat ini.

Baca juga:  Pendaftaran KKN Reguler ke 74 Resmi Dibuka

“Ya sedih, satu posko haru semua denger kabar dari kampus kalo hari kamis mau penarikan. Sedihnya karena sudah akrab sama anak posko dan warga sini . Pak lurah, bu lurah, perangkat desa dan warganya baik banget jadi sedih banget,” tutur Aghitsna , peserta KKN  ke 74 posko 2 Desa Kenconorejo Kecamatan Tulis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dampak virus corona ini menyebabkan selama dua minggu di tempat KKN, belum ada satu-pun program yang bisa mereka realisasikan.

“Gak ada proker yang berjalan. Soalnya minggu pertama kan buat sowan sama perangkat desa dan warga, terus minggu kedua karena ada himbauan gak boleh ada perkumpulan,” tukas  dara asal Kalimantan tersebut.

Walaupun penarikan lebih cepat dari tanggal yang sudah dijadwalkan dan program belum ada yang berjalan, pihak desa bisa memaklumi kondisi tersebut. Karena dari pihak desa-pun kegiatan rutin yang biasa dilakukan juga terpaksa dihentikan.

“Alhamdulillah memaklumi,  karena gak mau ngambil resiko juga. Bahkan kegiatan pengajian rutin di desa pun juga gak di laksanain,” imbuhnya.

Baca juga:  Update PIONIR IX: UIN Walisongo Merosot ke Peringkat 26

Reporter: Rifqi
Penulis: Rifqi
Editor: Harly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here