Kilas Balik Semarang Distrik

0
46
Kilas Balik Semarang Distrik
Sampul video Semarang Distrik #2 Kampung India Pekodjan. Sumber: justisia chanel
Pimpinan Umum Justisia 2021 | + posts
Aminudin Noosy
Videografer Justisia Chanel | + posts

Hari mulai terang matahari menyinari jauh lebih panas daripada hari sebelumnya. Orang Semarangan pastinya merasakan seberapa panasnya Kota Semarang di siang hari. Meskipun demikian, tidak sedikit pun mengurangi tekad kami untuk menyusuri dan mencari tahu lebih dalam soal peradaban dan benturan budaya di Kampung Pekodjan.

Saya mengunjungi Pekodjan bersama Nossy salah satu videografer handal yang sangat di elu-elukan oleh Justisia. Kami mulai menyusuri dari gang satu ke gang yang lain, dari narasumber satu ke narasumber lainya hanya untuk berbincang sekaligus meminta data yang akurat terkait sejarah dan perkembangan budaya daerah Pekodjan. Sesekali kami mampir di warung sebatas minum es teh sambil tanya-tanya kondisi setempat sebelum akhirnya bertemu dengan orang-orang berwajah Arab campur India, kira-kira kalau digambarkan semacam wajahnya Shahrukh Khan.

Membuat konten Semarang Distrik Justisia itu tidak mudah, untuk mencari data dan cerita saja membutuhkan waktu berhari-hari. Oleh karena itu harus siap tenaga dan kantong tebal karena perlu bolak balik ke lokasi berkali-kali. Melakukan hal demikian tidak semua orang rela waktunya dikhidmahkan untuk ngurusi konten tanpa dibayar secara materi dan juga tanpa dikasih uang bensin. Itulah alasanya kita bersyukur menjadi pribadi yang suka jalan-jalan, sebab secara tidak langsung kita mendapatkan pengalaman yang belum tentu didapatkan oleh orang lain.

Pelajaran terbaik dalam perjalanan Semarang Distrik #2 adalah pertemuan dengan orang-orang baru, ilmu baru dan pengalaman baru. Meskipun sangat menguras tenaga tapi kami yakin kelak karya ini sangat bermanfaat untuk orang lain. Minimal mereka bisa tahu bahwa di Semarang ada kampung yang namanya Pekodjan.

Sedikit kami sampaikan kisi-kisi dari wawancara Semarang Distrik #2 kita tahu bahwa Semarang merupakan kota yang berdiri sejak lama ini tentunya banyak jejak dari peninggalan sejarah dan peradaban yang ada. Terutama tersebarnya agama islam, misalnya dikawasan pekojan kota semarang. Sebuah daerah yang memiliki tumpah ruah keberagaman. Dari berbagai suku dan agama kumpul rukun menjadi satu disebuah kampung, hidup dengan rukun dan damai.

Banyak orang bilang kawasan Pekodjan adalah Kampung Arab sebab banyak keturunan orang Timur Tengah. Namun sebagian yang lain menyebutnya kampung India karena disetiap ramadhan ada tradisi bubur India. Pekodjan sebenarnya berasal dari kata “Koja” yang berarti kampung orang-orang Koja. Menurut masyarakat situ, koja adalah suku blasteran antara India Pakistan.

Mereka datang mendarat di Indonesia untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam prosesnya tidak jauh beda dengan orang-orang Yaman yang masuk ke tanah Jawa. Kemudian membuat perkampungan dan menerapkan budaya daerahnya, namun setelah berkembangnya zaman budaya mereka berhasil di akulturasikan dengan budaya lokal Jawa.

Selengkapnya silahkan tonton sampai habis wawancara kami di Justisia Chanel. Atau dapat diakses di sini.

Baca juga:  Inkonsistensi Warga atas Kesepakatan Pembangunan Gereja di Tlogosari Kulon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here